Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baru Separuh, Sri Mulyani Minta Serapan APBD Dipercepat

Penyerapan belanja APBD 2020 yang sampai kuartal III/2020 baru terserap Rp576,01 triliun atau 53,3 persen dari pagu belanja senilai Rp1.080,71 triliun.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 06 November 2020  |  12:18 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah pusat meminta daerah mengakselerasi penyerapan belanja untuk menopang agenda pemulihan ekonomi nasional atau PEN.

Hal itu diungkapkan Menteri Sri Mulyani Indrawati saat merespons penyerapan belanja APBD 2020 yang sampai kuartal III/2020 baru terserap Rp576,01 triliun atau 53,3 persen dari pagu belanja senilai Rp1.080,71 triliun.

"Akselerasi pemulihan ekonomi ke depan perlu ditempuh juga dengan akselerasi belanja pemerintah di daerah. Potensi ini masih terbuka mengingat realisasi belanja APBD sampai triwulan III baru sebesar 53,3 persen," kata Sri Mulyani yang dikutip Bisnis, Jumat (6/11/2020).

Sri Mulyani mengatakan percepatan penyerapan APBD sebagai momentum pembalikan kinerja ekonomi akan terus terjadi dan implikasinya pada kuartal IV/2020 ekonomi akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal-kuartal sebelumnya.

"Ini terus diakselerasi akan terus didorong untuk meningkatkan momentum pembalikan ekonomi di kuartal IV," jelasnya.

Dalam catatan Bisnis, lambatnya penyerapan anggaran di daerah ini dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah jumlah dana 'nganggur' yang nilainya cukup besar.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan sampai September 2020 saldo kas anggaran yang masih mengendap di rekening pemerintah daerah (pemda) mencapai Rp239,5 triliun.

Jumlah ini naik Rp12,5 triliun dibandingkan Agustus 2020 yang hanya tercatat saldo senilai Rp227,1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbd kemenkeu sri mulyani Serapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top