Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Deflasi Berakhir, Oktober Diwarnai Inflasi Tipis-Tipis 0,07 Persen

Inflasi Oktober tercatat sebesar 0,07 persen (month to month/mtm) dan 1,44 persen (year on year/yoy). Adapun secara tahun kalender, inflasi mencapai 0,95 persen (year to date/ytd).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 02 November 2020  |  11:03 WIB
Tren Deflasi Berakhir, Oktober Diwarnai Inflasi Tipis-Tipis 0,07 Persen
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan paparan saat konferensi pers inflasi di Jakarta, Senin (2/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober mengalami inflasi, setelah tiga bulan berturut-turut dilanda deflasi akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelemahan daya beli seiring penurunan pendapatan masyarakat.

Inflasi Oktober tercatat sebesar 0,07 persen (month to month/mtm) dan 1,44 persen (year on year/yoy). Adapun secara tahun kalender, inflasi mencapai 0,95 persen (year to date/ytd).

Kepala BPS Suhariyanto menuturkan pada Oktober 2020, perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

"Oktober ini mengalami inflasi meskipun tipis 0,07 persen dan di sana inflasi umumnya 1,44 persen, sedikit meningkat dari September," ujarnya.

Meskipun dibandingkan tahun lalu, inflasi ini lebih rendah dari Oktober tahun lalu sebesar 3,13 persen

Dari 90 kota IHK yang dipantau BPS, 66 kota mengalami inflasi dan 24 mencatatkan deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,04 persen dan terendah di DKI Jakarta, Cirebon dan Bekasi sebesar 0,01 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi di kota Manokwari sebesar 1,80 persen dan terendah di Surabaya sebesar -0,02 persen.

"Deflasi di Manokwari disebabkan oleh tarif angkutan udara," ujar Suhariyanto. 

Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi terbesar yaitu makanan, minuman dan tembakau memberikan andil 0,07 persen dengan komoditas pengerek cabai merah yang mengalami inflasi 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,01 persen dan minyak goreng 0,09 persen.

"Cabai merah kenaikannya terjadi di 82 kota IHK, tertinggi terjadi di Bulukumba dengan kenaikan 85 persen," ungkap Suhariyanto. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi bps
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top