Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Revitalisasi Destinasi Wisata Sasar 9 Daerah di Bali

Salah satu ukuran suatu destinasi wisata yang bersih, indah, dan nyaman bisa dilihat dari toilet yang menunjang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  12:19 WIB
Sejumlah perwakilan agen perjalanan pariwisata berswafoto dengan penari saat travel gathering bertajuk We Love Bali di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9 - 2020). \r\n
Sejumlah perwakilan agen perjalanan pariwisata berswafoto dengan penari saat travel gathering bertajuk We Love Bali di kawasan Pantai Pandawa, Badung, Bali, Jumat (4/9 - 2020). \\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Program Revitalisasi Destinasi Wisata untuk menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali.

Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan menjelaskan Program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan dilakukan pada awal November 2020.

Program ini itu akan menyasar 1 kota dan 8 kabupaten yang ada di Bali yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Karangasem, Buleleng, Bangli, dan Jembrana.

“Dukungan revitalisasi destinasi wisata Bali akan disesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan di masing-masing destinasi wisata. Saat ini kebersihan dan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi wisatawan,” katanya, dilansir dari Antara, Jumat (30/10/2020).

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hari Sungkari mengatakan masih terdapat beberapa lokasi destinasi wisata di Bali yang amenitasnya belum memadai.

“Maka dari itu, fokus utama dari kegiatan revitalisasi ialah pada perbaikan amenitas di sejumlah daya tarik wisata di Bali, berupa perbaikan toilet dan penambahan fasilitas lain untuk menunjang kebersihan, kesehatan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Hari.

Menurutnya, hal itu penting karena salah satu ukuran suatu destinasi wisata yang bersih, indah, dan nyaman bisa dilihat dari toilet yang menunjang.

“Penting sekali bagi destinasi wisata untuk memelihara dan menjaga kebersihan toilet sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.

Hari berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing destinasi pariwisata di Indonesia.

Tak jauh berbeda, Ketua Bidang Water and Sanitation Asosiasi Toilet Indonesia Nani Sumaryati Firmansyah menambahkan program revitalisasi ini sangat penting untuk dilakukan karena toilet merupakan fasilitas umum yang sangat diperlukan wisatawan.

“Tidak harus mewah, tapi sarana dan perlengkapan toilet harus lengkap serta berfungsi dengan baik,” katanya.

Setelah perbaikan, lanjut dia, pihak destinasi wisata maupun wisatawan harus sama-sama menjaga kebersihan dan keindahan toilet.

“Setiap orang harus jadi intelegence of health. Kalau first impression wisatawan pada toilet suatu destinasi itu kotor, maka mereka langsung menilai bahwa manajemennya buruk," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top