Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 10 Teknologi SDA yang Siap Dimanfaatkan Masyarakat

Kementerian PUPR memperkenalkan 10 teknologi SDA yang siap dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  15:23 WIB
Bendung modular, salah satu teknologi siap terap yang diperkenalkan Kementerian PUPR./Antara - Kementerian PUPR
Bendung modular, salah satu teknologi siap terap yang diperkenalkan Kementerian PUPR./Antara - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkenalkan 10 teknologi siap terap kepada masyarakat secara daring malalui zoom meeting dan kanal Youtube.

Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air (Bintek SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperkenalkan teknologi siap terap padat karya itu di antaranya akuifer buatan simpanan air hujan (ABSAH) konvensional dan blok beton 3B untuk pembuatan tanggul pesisir.

Kemudian box tersier untuk irigasi, bendung modular, pompa air tenaga hidro, saluran irigasi modular dan gun sprinkler untuk menyiram tanaman di lahan pertanian.

Kepala Subdirektorat Teknologi dan Peralatan Infrastruktur SDA Bintek SDA Nur Fizili Kifli mengatakan ke-10 teknologi siap terap yang diperkenalkan Direktorat Bintek SDA adalah teknologi yang bisa dibangun atau dibuat swadaya masyarakat sehingga mendukung program padat karya tunai.

"Jadi, Diseminasi Teknologi Siap Terap Padat Karya Tunai atau PKT Bidang SDA dengan memperkenalkan 10 teknologi siap terap padat karya yang bisa dilakukan mulai dari tingkat desa. Mereka pun siap melakukan pendampingan di lapangan," ujarnya.

Nur menambahkan kelompok masyarakat dapat mengakses informasi teknologi tersebut secara langsung dan dapat menerapkan teknologi dalam kegiatan padat karya yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pelaku UMKM.

Menurut dia, perkenalan kembali 10 teknologi yang direkomendasikan untuk program padat karya tunai bukan baru, tapi siap diterapkan dan sudah teruji hasilnya dan sudah diujicobakan di beberapa daerah di Jawa Barat misalnya di Majalengka itu modular knockdown, tapi memang ke masyarakat luas beljum diuji coba.

Nur mengatakan sosialisasi teknologi yang bisa diterapkan dalam padat karya tersebut diarahkan pada BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), pemerintah daerah, dan mahasiswa.

Masyarakat bisa terlibat langsung jika pemerintah maupun komunitas yang mendapatkan anggaran padat karya mengadopsi teknologi tersebut.

"Jadi, kami rekomendasikan ke BBWS untuk diterapkan. Teknologi ini bisa libatkan masyarakat. Semua teknologi bisa diterapkan. Sehingga melalui BBWS yang punya wilayah jadi masyarakat bisa meminta dan kami bisa melakukan pendampingan," kata Nur.

Salah satu teknologi yang ditawarkan yang cocok untuk musim hujan seperti saat ini yaitu Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) Konvensional yang merupakan salah satu bangunan konservasi sekaligus pendayagunaan air.

Bangunan ABSAH merupakan infrastruktur penyediaan air baku mandiri dengan prinsip kerja menampung air hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan (kerikil, pasir, bata merah, batu gamping, ijuk, dan arang).

Selain itu, ABSAH cocok diterapkan untuk penyediaan air baku di daerah kering, daerah sulit air karena faktor geologi dan iklim, pulau-pulau kecil, serta daerah berair asin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumber daya air Kementerian PUPR

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top