Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian BUMN Tepis Isu Pembentukan Subholding Pertamina Langgar UU

Perubahan bentuk bisnis sangat diperlukan untuk menjawab tantangan-tantangan, terlebih dengan komoditas sumber daya alam yang juga mengalami dinamika.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  18:46 WIB
Peninjauan sarana operasional distribusi energi Integrated Terminal (IT) Manggis oleh Direksi Pertamina di Kabupaten Karangasem, Bali.  - Antaranews Bali
Peninjauan sarana operasional distribusi energi Integrated Terminal (IT) Manggis oleh Direksi Pertamina di Kabupaten Karangasem, Bali. - Antaranews Bali

Bisnis.com, JAKARTA — Pembentukan holding dan subholding di dalam tubuh PT Pertamina (Persero) dinilai sebagai respons perkembangan kebutuhan energi ke depan.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara Arya Sinulingga mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika kebutuhan sumber daya alam, maka diperlukan fleksibilitas di dalam Pertamina.

Menurutnya, tantangan ke depan yang harus dihadapi adalah bisnis energi fosil lambat laun akan ditinggalkan dan akan menuju energi elektrik dengan baterai yang akan menjadi barang buruan.

"Dengan begitu akan ada perubahan pandangan, kemarin dikaitkan dengan UUD Pasal 33, ke depan bisa dikatakan fosil bukan lagi sesuatu yang vital, melainkan malah baterai yang menjadi vital. Ke depan, perubahan-perubahan seperti membuat akan banyak perubahan cara pandangan dengan termasuk dengan UU juga," katanya dalam sebuah webinar, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, perubahan bentuk bisnis sangat diperlukan untuk menjawab tantangan-tantangan, terlebih dengan komoditas sumber daya alam yang juga mengalami dinamika.

Sebagai contoh, komoditas nikel yang dulu yang kurang diminati, pada saat ini komoditas mewah yang memiliki nilai bisnis yang besar sehingga untuk menangkap peluang tersebut diperlukan adaptasi bisnis yang cepat.

"Jadi, fleksibilitas kita lebih kuat, dari pada kaku tapi tidak melihat perubahan ke depan," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina holding bumn
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top