Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wartsila Akan Memasok Pembangkit Listrik Freeport di Amamapare

Peralatan pembangkit Wartsila dijadwalkan dikirimantara Juli dan November 2021.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  09:58 WIB
Truk diparkir di tambang terbuka tambang tembaga dan emas Grasberg di dekat Timika, Papua, pada 19 September 2015. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Truk diparkir di tambang terbuka tambang tembaga dan emas Grasberg di dekat Timika, Papua, pada 19 September 2015. - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — Wartsila akan memasok pembangkit listrik berkapasitas 128 megawatt yang dibangun PT Freeport Indonesia di Amamapare yang merupakan pelabuhan dan lokasi pengolahan tambang Freeport di Papua.

Dari sana, listrik nantinya akan dialirkan melalui ke tambang Grasberg melalui jalur transmisi sepanjang 100 kilometer.

Wartsila akan bermitra dengan perusahaan rekayasa konstruksi Indonesia PT PP Tbk. dalam proyek yang akan membutuhkan 14 set pembangkit bahan bakar ganda 34DF Wartsila. Wartsila tidak menyebutkan nilai kontrak yang diperolehnya tersebut.

George Baninni, Wakil Presiden Eksekutif Freeport Indonesia, menatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan penambangan terbuka di distrik Grasberg dan sekarang mengembangkan tambang bawah tanah berskala besar dan berkualitas tinggi.

“Untuk ini, sangatlah penting bagi kami untuk memiliki pasokan energi yang andal dan efisien, dan genset Wartsila akan mengirimkan tenaga listrik yang kami butuhkan," katanya seperti dikutip dari www.miningmagazine.com, Kamis (22/10/2020).

Kari Punnonen, Direktur Bisnis Energi, Australasia, Wartsila mengatakan bahwa perusahaannya telah menawarkan biaya siklus hidup total yang paling kompetitif, tetapi pengalaman lokal itu juga merupakan faktor penyebabnya.

"Biaya ini pada akhirnya menjadi faktor penentu dalam pemberian kontrak berharga ini. Namun, kami memiliki pembangkit listrik yang beroperasi di sekitar lokasi ini, yang memberikan referensi penting sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan."

Wartsila dalam pernyataannya menyebutkan bahwa bahwa mesin 34DF juga dapat beroperasi pada berbagai bahan bakar, misalnya, gas alam. Awalnya, mesin akan menggunakan biodiesel B30 Indonesia. Mesin juga dapat mengintegrasikan energi dari sumber terbarukan.

Peralatan Wartsila dijadwalkan untuk pengiriman antara Juli dan November 2021. Tujuh mesin pertama diharapkan akan diserahkan secara resmi pada Maret 2022, dengan tujuh sisanya akan diserahkan pada Juli 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

freeport indonesia
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top