Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

GE Gas Power Menilai Pembangkit Gas Masih Prospektif

Pembangkit gas masih memainkan peranan penting dalam bauran energi di tengah tren pengembangan pembangkit energi terbarukan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  15:18 WIB
Pekerja melintas di depan tempat penguapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya,  di Nagan Raya, Aceh, Senin (28/9/2020). PLTU Nagan Raya memproduksi sekitar 220 Megawatt yang didistribusikan ke sejumlah unit transmisi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di seluruh Aceh. ANTARA FOTO - Irwansyah Putra
Pekerja melintas di depan tempat penguapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, di Nagan Raya, Aceh, Senin (28/9/2020). PLTU Nagan Raya memproduksi sekitar 220 Megawatt yang didistribusikan ke sejumlah unit transmisi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di seluruh Aceh. ANTARA FOTO - Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA — GE Gas Power memproyeksikan prospek pembangkit listrik berbasis gas masih menjanjikan di tengah tantangan krisis pandemi Covid-19.

Chief Marketing Officer GE Gas Power Brian Gutknecht memaparkan bahwa selama puncak masa isolasi dan karantina Covid-19, permintaan listrik di sebagian besar negara mengalami penurunan 10-20 persen dari tingkat historis. Pembangkit termal menjadi sektor yang paling terdampak, sedangkan pembangkit energi terbarukan tidak terpengaruh dampak pandemi.

"Namun, di berbagai tempat, seperti Asia, Amerika Utara, dan sebagian Eropa, akses yang mereka miliki ke gas alam yang lebih terjangkau membantu pembangkit gas bertahan atau bahkan tumbuh permintaannya, memberi ketahanan pada sistem," ujar Gutknecht dalam webinar, Rabu (21/10/2020).

Gutknecht mengatakan bahwa pembangkit gas masih memainkan peranan penting dalam bauran energi di tengah tren pengembangan pembangkit energi terbarukan.

Dalam 10 tahun ke depan, pertumbuhan pembangkit global diperkirakan didominasi oleh pembangkit energi terbarukan. Rerata per tahun pertumbuhan pembangkit global diperkirakan mencapai 360 gigawatt dan tiga perempat dari proyeksi tersebut didominasi pembangkit energi terbarukan.

Pembangkit energi terbarukan dan pembangkit gas dibutuhkan untuk menyediakan listrik yang terjangkau, andal, dan lebih berkelanjutan.

"Saya ambil contoh di Asia. Dapat dilihat tersedianya LNG yang terjangkau menjadi pendorong alternatif batu bara yang lebih bersih dan terjangkau," kata Gutknecht.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan global juga telah berkomitmen untuk melakukan dekarbonisasi. Menurutnya, hal ini akan mendorong pertumbuhan energi terbarukan. Begitu pula dengan pembangkit gas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top