Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Pertamax di Kilang Cilacap Meningkat

Pertamax diluncurkan pertama kali pada 10 Desember 1999, menggantikan Premix 1994 dan Super TT 1998 yang mengandung unsur metal tetra butyl eter yang kurang ramah lingkungan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  19:37 WIB
Pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Selasa (21/2). - Antara/Idhad Zakaria
Pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Selasa (21/2). - Antara/Idhad Zakaria

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa terjadinya peningkatan produksi bahan bakar minyak jenis Pertamax di di kilang residual fluid catalytic cracking Refinery Unit IV Cilacap.

Hatim Ilwan, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, mengatakan bahwa setiap tahun produksi BBM jenis Pertamax terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Pertamina, pada September 2020, produksi Pertamax tercatat 1,44 juta barel, naik dari catatan 1,13 million juta barel pada September 2019.

Sementara itu, pengapalan BBM jenis Pertamax atau lifting pada September 2020 sebanyak 1,51 juta barel naik dari 1,23 juta barel pada September 2019.

"Hal ini tentu menjadi indikator positif penggunaan BBM ramah lingkungan oleh masyarakat," katanya melalui siaran pers, Jumat (16/10/2020).

Jika melihat tren tersebut, kata Hatim, kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM beroktan tinggi sudah mulai meningkat setiap tahun.

Pasalnya, BBM jenis Pertamax dinilai lebih ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya maksimal sebesar 50 ppm (part per million). Hal itu sesuai dengan baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

“Peraturan ini menetapkan bahwa gas buang kendaraan bermotor maksimal 50 ppm sehingga masyarakat mendapatkan produk Pertamax berkualitas tinggi dan ramah lingkungan dengan gas buang yang lebih sedikit,” kata Hatim.

Pertamax mulai diluncurkan pertama kali pada 10 Desember 1999, menggantikan Premix 1994 dan Super TT 1998 yang mengandung unsur metal tetra butyl eter (MTBE) yang kurang ramah lingkungan.

Pertamax mengandung Oktan 92 berstandar internasional untuk kendaraan bermotor. Produksi Pertamax saat ini dilakukan di tiga kilang Pertamina, yakni di RU III Plaju, RU IV Cilacap, dan RU VI Balongan.

Sementara itu, produksi Pertamax di kilang RFCC pertama kali pada 2016.

“Saat ini Pertamax diproduksi dengan mencampur produk dari platformate & gasoline RFCC,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamax
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top