Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Bisa Jalan Tanpa Omnibus Law, Faisal Basri: Isu Besarnya 'Cacing Korupsi'

Faisal Basri mengungkapkan investasi tahunan kita lebih tinggi dari China, Malaysia, Thailand, Brazil, dan Afrika Selatan. Tanpa omnibus law, Indonesia masih bisa menarik investasi asing.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  14:43 WIB
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Omnibus Law UU Cipta Kerja dinilai sebagai senjata ampuh untuk mendatangkan investasi asing sehingga mendorong pembukaan lapangan kerja. Masalah birokrasi dan banyaknya peraturan dianggap pengganjal investasi selama ini.

Namun, berdasarkan kenyataan di lapangan, tidaklah sepenuhnya demikian. Hal tersebut diungkapkan oleh Ekonom Senior Institute for Development of Economics (Indef) Faisal Basri

Dia mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada masalah dengan investasi di Indonesia. Meski tak begitu spektakuler keadaannya baik-baik saja.

“Investasi tahunan kita lebih tinggi dari China, Malaysia, Thailand, Brazil, dan Afrika Selatan. Hampir sama dengan India, hanya di bawah Vietnam,” katanya dalam diskusi di Mata Najwa yang dikutip Bisnis, Kamis (8/10/2020).

Faisal menjelaskan bahwa peranan investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia di era Presiden Joko Widodo adalah tertinggi sepanjang sejarah. Indonesia bahkan berada di peringkat 20 teratas sebagai penerima investasi asing di dunia.

“Masalahnya adalah investasi banyak tapi hasilnya sedikit. Ibaratnya kita makan bergizi tapi kita tidak gemuk. Banyak cacing. Itu namanya korupsi,” jelasnya.

Korupsi itulah masalah besar di Indonesia yang membuat investor baik dalam maupun luar negeri sakit kepala. Masalah selanjutnya adalah birokrasi. Oleh karenanya, masalah tersebut yang harus diselesaikan.

“Investor di Korea Selatan meski masih ada pandemi dan belum ada omnibus law akan datang. Pak Luhut [Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi] bilang attract [menarik] investor dari China. Uniqlo hadir mau bikin pabrik. Itu tanpa omnibus law,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi korupsi faisal basri
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top