Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo, Ini Acuannya

Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project untuk pembangunan center of safety yang nantinya akan diterapkan di destinasi lain. 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  20:49 WIB
Komodo menjadi iko di Labuan Bajo. - KBRI Budapest
Komodo menjadi iko di Labuan Bajo. - KBRI Budapest

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengatakan pengembangan dan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus mengacu kepada Integrated Tourism Master Plan (ITMP).

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan ITMP perlu segera disusun sehingga pengembangan dan pembangunan dapat dilakukan secara terpadu dan komprehensif.

Dia menambahkan, dalam proses penyusunan ITMP, perlu dilakukan desain secara teliti, serta mempertimbangkan potensi pasar yang ada, baik domestik maupun internasional.

"Sehingga pembangunan yang ada itu tepat sasaran dan terukur. Kita harus bisa mencocokkan antara supply dan demand dan perlu ada target yang jelas, target yang terukur, breakdown pekerjaan, timeline yang jelas, dalam pembentukan ITMP tersebut," kata Angela dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Rabu (7/10/2020).

Selain itu, lanjutnya, entitas penting yang harus dibangun adalah center of safety yang mampu mendukung keperluan masyarakat dan wisatawan dari segi keamanan, keselamatan, dan kesehatan. 

Sebagai informasi, Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project untuk pembangunan center of safety yang nantinya akan diterapkan di destinasi lain. 

Labuan Bajo juga merupakan lokasi pilot project untuk penerapan pengelolaan sampah plastik di destinasi wisata bahari sebagai aksi dari Permenparekraf Nomor 5 tahun 2020, yang memerlukan dukungan dari pemerintah daerah untuk implementasinya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menambahkan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo dan sekitarnya harus berbasis masyarakat.

Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah, lanjutnya, harus dapat mendefinisikan pariwisata kualitas premium yang memberikan dampak ke masyarakat. 

"Premium itu artinya mendesain seluruh pembangunan, mulai dari kebijakan pemerintah untuk kepentingan community tourism yang berkelanjutan," ujar Viktor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata labuan bajo
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top