Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Negara Terbesar Timur Tengah Ini Catat Ekspansi di Sektor Non-Minyak

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index) Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab masing-masing naik di atas level 50.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  14:05 WIB
Properti Dubai, Uni Emirat Arab - Istimewa
Properti Dubai, Uni Emirat Arab - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor swasta non-minyak di tiga negara Arab dengan ekonomi terbesar kembali tumbuh pada bulan September, dengan Mesir mencatat ekspansi pertamanya dalam 14 bulan.

Dilansir dari Bloomberg, IHS Markit mencatat indeks manajer pembelian (purchasing managers’ index/PMI) Mesir naik menjadi 50,4 dari 49,4 pada Agustus karena permintaan konsumen dan penjualan ekspor pulih.

Sementara itu, PMI Arab Saudi mengalami ekspansi bulanan pertama sejak Februari, ke level 50,7 dari 48,8, sedangkan PMI Uni Emirat Arab naik menjadi 51 pada September dari 49,4 pada bulan sebelumnya, dengan kondisi bisnis membaik untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir.

Indeks yang mewakili aktivitas swasta non-minyak di ketiga negara tersebut naik di atas ambang batas 50 yang menandakan terjadinya ekspansi.

Kondisi bisnis terus membaik terlepas dari banyaknya PHK yang terjadi karena perusahaan menyesuaikan diri dengan tantangan ekonomi pandemi global sementara pemerintah melonggarkan pembatasan.

“Data PMI Mesir terbaru memberikan lebih banyak optimisme untuk bisnis,” kata ekonom IHS Markit David Owen

"Aktivitas ekonomi selain sektor minyak sedang mengalami perubahan haluan yang moderat setelah dampak yang menghancurkan dari pandemi Covid-19," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Pemulihan ekonomi masih cenderun lemah di sebagian besar Timur Tengah dan kini menghadapi ujian lebih lanjut di UEA karena peningkatan tajam kasus virus corona.

Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan ekonomi di Negara Teluk akan mengalami rebound yang lebih lambat daripada di wilayah karena penurunan harga minyak dan penyesuaian fiskal oleh pemerintah.

“Lonjakan infeksi Covid-19 UEA dapat menyebabkan lockdown diberlakukan kembali. Mengingat rebound saat ini cenderung lemah, setiap tindakan lebih lanjut dapat menyebabkan penurunan dalam aktivitas bisnis,” tutup Owen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi mesir uni emirat arab
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top