Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Produksi, PHM Tekan Potensi Kecelakaan Kerja

Hingga kuartal III/2020, PHM membukukan produksi gas 606 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 101 persen terhadap RKAP 2020 maupun RKAP Revisi 2020.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  09:46 WIB
Fasilitas produksi Pertamina Hulu Mahakam. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas produksi Pertamina Hulu Mahakam. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Pertamina Hulu Mahakam fokus mencapai target zero LTI (loss time incident ) atau kecelakaan kerja dan memitigasi semua potensi hazard di area operasi untuk mencapai target produksi minyak dan gas (migas).

General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Agus Amperianto mengakui kondisi industri migas masih menghadapi tantangan berat akibat penyebaran wabah Covid-19, penurunan harga minyak yang rendah sejak awal 2020, dan penurunan konsumsi BBM global.

Hal ini mempengaruhi aktivitas produksi, baik penundaan atau pembatalan proyek-proyek (belanja modal/capex), dan eksplorasi.

“Kami akan fokus pada target perusahaan dengan zero LTI (loss time incident) dan memitigasi semua potensi hazard di area operasi,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

Agus, baru saja dikukuhkan sebagai GM PHM secara virtual oleh Dirut PHE (upstream subholding) Budiman Parhusip pada Jumat (2/10). Mantan GM Pertamina EP Asset 4 itu menggantikan John Anis yang sejak akhir Juni 2020 menjabat Direktur PT Pertamina Internasional EP.

Ke depan, Agus pun menyiapkan strategi jangka pendek hingga akhir 2020 dan jangka menengah (2021-2024). Strategi yang dimaksud antara lain, meningkatkan efisiensi pengeluaran dan peningkatan ekspor LNG dan sinergi dengan kilang pengolahan (refinery unit) untuk mengurangi impor LPG. Selain itu, skenario peningkatan keekonomian blok pun disiapkan.

Strategi berikutnya adalah resources & reserve management. Strategi peningkatan cadangan dan sumber daya dilakukan dengan cara meningkatkan Reserve Replacement Ratio (RRR) dan memperpanjang Reserve to Production (R to P).

Agus berharap, dengan skenario jangka pendek kinerja PHM bisa mencapai target dalam RKAP. “Sepanjang Januari- September 2020, secara umum PHM dapat menjaga level produksi sesuai proyeksi,” ujarnya.

Hingga kuartal III/2020, PHM membukukan produksi gas 606 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 101 persen terhadap RKAP 2020 maupun RKAP Revisi 2020. Adapun produksi minyak tercatat 29.600 barel per hari (BOPD) atau 104 persen dari target dalam RKAP 2020 dan 102 persen terhadap RKAP Revisi 2020.

“Kami berharap pada kuartal IV produksi akan bertambah sehingga secara keseluruhan diharapkan menjadi lebih baik,” ujar Agus.

Di sisi lain, lifting gas hingga akhir September 2020 tercatat 585 MMSCFD atau 119 persen dari RKAP 2020 atau 103 persen dari RKAP revisi 2020.

Adapun lifting minyak 28.300 BOPD atau 98 persen dari target dalam RKAP 2020 dan 97 persen RKAP Revisi 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas blok migas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top