Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bappenas Rencanakan Pembangunan 2.500 Kilometer Tol Baru Sampai 2024

Salah satu jalan rencana projek jalan tol yang ditawarkan oleh pemerintah adalah proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang memiliki panjang 95,51 kilometer, dengan perkiraan nilai investasi Rp19,35 triliun dan ditargetkan dapat dilaksanakan lelang pada kuartal IV/2020.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  01:30 WIB
Sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Bali, khususnya yang menghubungkan kawasan Bali bagian Selatan dan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Jalan Pintas (Shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja dengan panjang sekitar 12,76 km.   - Kementerian PUPR
Sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di Bali, khususnya yang menghubungkan kawasan Bali bagian Selatan dan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Jalan Pintas (Shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja dengan panjang sekitar 12,76 km. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merencanakan pembangunan sekitar 2.500 kilometer jalan tol baru di Indonesia sampai 2024 mendatang.

Perwakilan Direktorat Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas Novi Andriani menyebutkan rencana itu akan dijalankan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Bappenas sudah menyiapkan rencana pembangunan 2.500 kilometer jalan tol baru dalam 5 tahun ini, karena keterbatasan anggaran pemerintah mendorong skema KPBU," ujarnya dalam kegiatan market sounding dua proyek KPBU yang disiarkan secara virtual Rabu (30/9/2020).

Dua proyek KPBU yang ditawarkan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR kali ini adalah proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang memiliki panjang 95,51 kilometer, dengan perkiraan nilai investasi Rp19,35 triliun dan ditargetkan dapat dilaksanakan lelang pada kuartal IV/2020.

Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan wilayah dan mengakomodasi kendaraan dari Barat ke Timur dan sebaliknya, serta menghubungkan pelabuhan Gilimanuk ke Mengwi kemudian ke arah ibu kota Bali, Denpasar.

Kemudian untuk mengantisipasi arus lalu lintas setelah tersambungnya kawasan pariwisata strategis berdasarkan RTRW Bali 2009-2029 ke jaringan tol Gilimanuk-Mengwi. Serta menjadi jalur akses dari dan ke obyek pariwisata yang saat ini dikembangkan pemda Bali.

Sementara proyek penggantian dan atau duplikasi jembatan Callender Hamilton memiliki panjang total 3.038 meter dengan total 38 jembatan tersebar di Pulau Jawa. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp2,37 triliun dan ditargetkan juga bakal lelang pada kuartal IV/2020 mendatang.

Proyek ini bertujuan untuk mendukung fungsi jalan sebagai tulang punggung pengembangan perekonomian regional yang diakibatkan oleh bangkitan (multiplier effect) dari preservasi maupun pembangunan jalan baru. Kemudian memfasilitasi sistem transportasi regional yang dapat diandalkan secara berkesinambungan. Serta menciptakan standar benchmark layanan jalan nasional yang lebih terukur.

Adapun menurut data Kementerian PUPR, pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pemerintah telah membangun 1.298 kilometer jalan tol dan telah beroperasi selama kurun waktu 2015-2019.

Secara tahunan, ruas tol yang dioperasikan pertahun yaitu 2015 sepanjang 132 kilometer, 2016 sepanjang 44 kilometer, 2017 sepanjang 332 kilometer, 2018 sepanjang 450 kilometer, dan 2019 lalu sepanjang 516 kilometer.

Sementara untuk 2020 atau tahun ini, tercatat ruas tol yang telah dioperasikan mencapai 72,8 kilometer.

Selanjutnya pada periode kedua pemeritahan Presiden Joko Widodo- KH Ma'ruf Amin, pembangunan jalan tol oleh Kementerian PUPR ditargetkan mencapai 2.724 kilometer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top