Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek KIT Batang Diproyeksi Cerah

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang diproyeksi memiliki prospek menarik ditilik dari berbagai aspek kesiapan dibarengi dengan waktu dan kondisi yang mendukung bagi para investor baik asing maupun lokal.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  18:07 WIB
Sejumlah alat berat beroperasi di pembangunan akses darurat Tol Trans Jawa di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020).  - ANTARA
Sejumlah alat berat beroperasi di pembangunan akses darurat Tol Trans Jawa di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang di Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang diproyeksi memiliki prospek menarik ditilik dari berbagai aspek kesiapan dibarengi dengan waktu dan kondisi yang mendukung bagi para investor baik asing maupun lokal.

Ketua Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKAUNDIP) DPD DKI Jakarta Noor Rachmad meyakini bahwa dengan sejumlah keunggulan yang dimilikinya, KIT Batang akan bisa menjelma menjadi sentra industri baru di tengah Pulau Jawa.

Saat ini KIT Batang memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya soal lokasinya yang strategis, terintegrasi akses Tol Trans Jawa dan doble track kereta api, terintegrasi akses pelabuhan, tersedia cukup tenaga kerja terampil dan kompetitif.

Tak hanya itu infrastruktur publik yang terintegrasi juga akan dibangun di dalamnya yakni air, listrik, gas, telekomunikasi. Kawasan ini juga digadang berkonsep Smart & Sustainable Industrial Estate yang mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat serta daerah.

Selain itu jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lainnya, Rachmad menilai Batang memiliki kesiapan yang cukup lebih baik. Dari rencana luas lahan pembangunan mencapai 4326,8 Hektare (Ha) lahan yang sudah clean and clear bisa siap pakai mencapai seluas 450 Ha.

"Ini berbeda dengan pembangunan kawasan industri di sejumlah daerah lain. Proses pembebasan lahan seharusnya baru dapat dilaksanakan setelah tahap penyusunan dokumen perencanan dan perizinan diselesaikan. Pada kasus Batang seluruh atau sebagian lahan ternyata telah terlebih dahulu dimiliki dari awal," katanya dalam Webinar Prospek Ekonomi Pembangunan KIT Batang, Kamis (1/10/2020).

Alhasil, menurut Rachmad, waktu pembangunan untuk tahap I bisa menjadi lebih singkat. Selain itu, dalam penilaian keunggulan KIT Batang, Rachmad juga melihat dari sisi timing pembangunannya.

Menurutnya, momentum pembangunan KIT Batang bisa dikatakan cukup tepat. Setelah selama beberapa tahun kebelakang Provinsi Jawa Tengah telah menjadi pilihan investor dan menjadi primadona investasi, pembangunan kawasan industri terpadu di tahun ini akan dapat menjadi alternatif pilihan yang utama bagi para calon investor.

"Pada tahun ini juga terjadi sejumlah peristiwa yang kemudian bisa berpotensi terjadinya economic distancing dari China. Terutama karena adanya trade war, juga karena pada masa pandemi ternyata membuka sebuah luka yang dalam bagi negara-negara diseluruh dunia akan potensi bahaya dari adanya ketergantungan supply produk hanya pada satu negara," ujarnya.

Untuk itu, menurut Rachmad, Indonesia harus bisa menangkap peluang adanya relokasi industri keluar dari China. Namun demikian KIT Batang untuk bisa sukses dan menjadi sentra industri di tengah pulau Jawa, diperlukan dukungan dan sinergitas antara pusat dan daerah serta antar lintas sektoral.

Sinergi kebijakan dari deregulasi perundangan yang dilakukan dengan perancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibuslaw) dengan kebijakan pada sektor riil dengan pembangunan KIT Batang.

Dengan semakin kuatnya sinergitas antara bupati, gubernur, dan pemerintah pusat, Rachmad optimistis KIT Batang akan bisa berkontribusi tidak semata untu tingkat nasional, tetapi juga ditingkat global.

"Untuk bisa mendorong percepatan pembangunan KIT Batang dan penguatan sinergitas antar struktur dan instansi pemerintahan IKA Undip, DPD DKI Jakarta bersama Ikatan Alumni Planologi Undip sebagai penyelenggara Webinar Prospek Ekonomi Pembangunan KIT Batang akan merumuskan hasil webinar untuk dijadikan sebuah usulan rumusan kebijakan kepada pemerintah," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IKA Undip Kawasan Industri Batang
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top