Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Scoot Optimistis Maskapai LCC Pulih Lebih Cepat

Scoot menjelaskan alasan maskapai bertarif rendah atau LCC bakal pulih lebih cepat dibandingkan dengan maskapai layanan penuh atau full-service.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 September 2020  |  12:12 WIB
Pesawat milik maskapai Scoot, Singapore Airlines, dan Silk Air terlihat di Bandara Changi, Singapura, Selasa (14/8/2018). - Reuters/Edgar Su
Pesawat milik maskapai Scoot, Singapore Airlines, dan Silk Air terlihat di Bandara Changi, Singapura, Selasa (14/8/2018). - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Scoot optimistis maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) mampu pulih lebih cepat pada masa pandemi Covid-19.

Chief Commercial Officer Scoot Calvin Chan mengatakan masyarakat cenderung memilih perjalanan titik-ke-titik yang bebas repot dan destinasi dengan jarak dekat yang merupakan kelebihan utama maskapai dengan jenis layanan minimum. Meskipun memerlukan waktu cukup lama untuk pulih, LCC akan berada dalam posisi yang baik pada saat pemulihan pasca Covid-19.

“Kami mengantisipasi pada saat industri perjalanan mulai pulih, orang cenderung memilih perjalanan titik-ke-titik yang bebas repot dan destinasi yang dekat. Ini merupakan penawaran khas LCC, dibandingkan dengan maskapai full-service yang cenderung mengandalkan lalu lintas yang menghubungkan lokasi lebih jauh,” jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya maskapai LCC biasanya mengandalkan perjalanan wisata, yang diharapkan pulih lebih dulu, sedangkan maskapai dengan jenis layanan penuh lebih mengandalkan perjalanan bisnis, yang akan pulih relatif lebih lambat.

Calvin menekankan dengan perjalanan wisata cenderung lebih cepat pulih daripada perjalanan bisnis, maka penumpang cenderung memilih perjalanan titik-ke-titik dan destinasi yang dekat, yang merupakan penawaran utama LCC. Tujuan destinasi yang lebih dekat berarti diperlukan penerbangan yang lebih pendek untuk meminimalkan waktu perjalanan.

Selain itu penumpang juga kemungkinan besar masih mengencangkan ikat pinggang mereka dan mencari opsi tarif yang lebih murah untuk perjalanan. Pihaknya dapat tetap menawarkan tarif yang lebih ramah di kantong karena biaya operasi yang lebih rendah.

“Untuk itu Scoot telah memperkuat apa yang menjadi fokus kami selama ini, yaitu menjaga biaya rendah, sekaligus memberi penumpang keyakinan bahwa langkah keamanan yang ketat dan kebijakan yang fleksibel memberikan ketenangan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapore airlines maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top