Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nasib Proyek Sakakemang Masih Mengambang

Belarut-larutnya pembahasan di tingkat pemerintah, membuat kepastian kelanjutan proyek Blok Sakakemang masih belum menemukan kejelasan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 September 2020  |  15:39 WIB
Blok migas - Ilustrasi
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Nasib kelanjutan proyek Blok Sakakemang masih belum menemukan titik cerah, lantaran masih berlarut-larutnya pembahasan oleh pemerintah.

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan, dia belum bisa memastikan kelanjutan proyek Blok Sakakemang yang dioperatori oleh Repsol.

"Soal Sakakemang, sampai saat ini masih dalam pembahasan bersama Kementarian Energi dan Sumber Daya Mineral. Belum ada keputusan akhirnya," kata kepada Bisnis, Minggu (27/9/2020).

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknyaa optimistis proyek Blok Sakakemang masih bisa terus berjalan. Walaupun, menurutnya, masih terdapat masalah keekonomian proyek karena adanya penurunan harga gas.

Dia mengungkapkan, pihaknya tengah mencari jalan tengah terkait dengan tingkat keekonomian proyek yang kompetitif untuk Repsol.

"Keekonomian tergantung dari investasi kalau investasi lebih bisa efisien maka harga bisa kita tekan," katanya.

Repsol disebut tengah berdiskusi alot dengan SKK Migas terkait dengan proyek di Blok Sakakemang.

Masa depan proyek tersebut harus mengambang karena Repsol mempertimbangkan lagi proyek tersebut karena ditenggarai penetapan harga gas US$6 per Mmbtu untuk sektor industri tertentu oleh pemerintah.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief S. Handoko mengatakan pihak Repsol menginginkan harga jual gas berada pada level US$7 per Mmbtu.

"Saat ini kita dari divisi komersial ikut campur dalam penentuan apakah bisa lanjut apa tidak, karena harga keekonomian KKKS Repsol berbeda dengan harga yang bisa kita jual di Indonesia apalagi sekarang kita sudah ada aturan harga US$6," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas kementerian esdm blok migas
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top