Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sudah Sepi Penumpang, Lion Air Alami Kendala Bisnis Kargo

Lion Air mengaku mengalami kendala pada bisnis kargo karena berkaitan dengan angkutan penumpang yang terus sepi pada pandemi ini.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 September 2020  |  07:32 WIB
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Air Group tidak bisa hanya mengandalkan bisnis kargo selama pandemi ini tanpa adanya upaya pemulihan untuk sektor penerbangan penumpang.

Direktur Operasi Pelayanan Kebandarudaraan Lion Air Group Wisnu Wijayanto menyampaikan kelancaran distribusi kargo menjadi penopang utama belanja masyarakat saat ini dengan meningkatnya tren belanja daring. Namun, bisnis sektor penumpang dan kargo saling terkait.

Alhasil secara umum, pemulihan di sektor ini bisa mendorong pemulihan ekonomi Indonesia dan sektor bisnis lainnya seperti hotel, travel, dari industri besar hingga industri kecil.

“Tanpa pulihnya penumpang, sektor kargo juga akan mengalami banyak kendala. Sulit menemukan titik ekonomis terhadap transportasi kargo tanpa membawa penumpang. Terutama dengan karakter penerbangan domestik dari pulau ke pulau dengan trafik volume variasi,” jelasnya, Rabu (23/9/2020).

Terlebih, kata dia, pesawat kargo mengalami keterbatasan antara biaya operasional dengan volume yang diangkut. Jika hal itu dipaksakan operator akan berusaha menemukan keseimbangan yang dikompensasikan kepada tarif. Pada akhirnya hal ini akan menjadi kontradiktif dengan tujuan utama pemulihan ekonomi nasional.

Maskapai yang menguasai 30 persen pangsa pasar domestik tersebut mengakui bidang usaha ini sudah mengalami tantangan berat cukup lama pada akhir 2019 dengan titik terberat pada Maret 2020. Namun dia juga masih bersyukur karena selama tujuh bulan pandemi mewabah di Indonesia, masih memiliki pasar domestik yang lebih besar.

Tentu hal ini menjadi modal utama sebagai upaya memulihkan sektor transportasi udara secara bersama-sama. Wisnu melanjutkan sektor ini juga mengalami dampaknya terbesar akibat pandemi sehingga memulihkannya akan memberikan efeknya besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top