Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Bikin Penjualan Apartemen Anjlok 40 Persen

Pandemi Covid-19 ini berdampak terhadap anjloknya peluncuran proyek apartemen baru hingga 85 persen dari tahun lalu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 17 September 2020  |  17:41 WIB
Aktivitas pembangunan gedung apartemen./Bisnis - Dedi Gunawan
Aktivitas pembangunan gedung apartemen./Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan kondominium atau apartemen di Jakarta dan Bodetabek menurun masing-masing 40 persen dan 42 persen sepanjang semester I tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Director, Head of Research & Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan tingkat penjualan apartemen di Jakarta kurang dari 1.000 unit pada semester pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sekitar 2.000 unit. 

“Saat ini pasokan apartemen yang ada terdapat 173.000 unit di Jakarta. Paling banyak berada di Jakarta Barat, tetapi pasokan apartemen mendatang akan berada di Jakarta Selatan. Penjualan properti pada semester 1 turun 40 persen," ujarnya pada Kamis (17/9/2020). 

Dari 41.000 unit apartemen yang dipasarkan pada tahun ini, hanya dapat terserap 54 persen. Adapun segmen apartemen yang paling tinggi penjualannya dari segmen upper middle 65 persen, lower middle 58 persen, dan high end 43 persen. 

Dia memerinci harga apartemen di Jakarta, segmen lower kurang dari Rp20 juta per m2, lalu mid-end Rp20 juta per m2 hingga Rp30 juta per m2, upper middle Rp30 juta per m2 hingga Rp40 juta per m2, upper Rp40 juta per m2 hingga Rp50 juta per m2, dan high end di atas Rp50 juta per m2.

Anton menambahkan untuk apartemen di Bodetabek saat ini terdapat 110.000 unit apartemen yang mayoritas berada di Tangerang, lalu diikuti oleh Bekasi. 

Pandemi Covid-19 ini berdampak terhadap anjloknya peluncuran proyek apartemen baru hingga 85 persen dari tahun lalu. Hal itu dikarenakan kalangan pengembang masih wait and see sehingga belum meluncurkan apartemen baru dan lebih berkonsentrasi untuk menjual stok yang ada. 

"Perubahan lainnya dari sisi segmen, situasi pandemi ini memunculkan segmen lower dan upper middle yang lebih menonjol," kata Anton.

Tingkat penjualan apartemen di Bodetabek juga merosot mencapai 42 persen menjadi 3.000 unit sepanjang semester I tahun ini. Adapun angka penjualan unit apartemen semester I tahun lalu di Bodetabek mencapai hampir 7.000 unit.

"Paling tinggi penjualannya di upper middle mencapai 45 persen dan lower middle 42 persen hingga 43 persen," ucap Anton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen bisnis properti covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top