Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Semua Hotel Ikut Layanan Isolasi OTG, Keamanan Jadi Alasan Utama

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam konferensi pers pada Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitas hotel bintang 2 dan 3 untuk isolasi OTG.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 September 2020  |  17:46 WIB
Seorang karyawan hotel di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, membersihkan gagang pintu masuk hotel untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. - Antara/Dokumentasi Pribadi
Seorang karyawan hotel di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, membersihkan gagang pintu masuk hotel untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. - Antara/Dokumentasi Pribadi

Bisnis.com, JAKARTA -- Director Business Development and Sales Marketing Hotel Sahid Jaya International Vivi Herlambang mengemukakan keikutsertaan hotel dalam layanan isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG) dilandasi oleh pertimbangan perusahaan dan kesiapan dalam memberlakukan protokol kesehatan

Vivi mengemukakan hotel Sahid yang beroperasi di Jakarta saat ini tidak ikut serta memberikan layanan isolasi mandiri kepada OTG. Dia sekaligus menepis kabar paket isolasi mandiri yang beredar di dunia maya.

“Brosur yang beredar itu paket lama. Sudah sejak April kami tawarkan. Dan itu kami tidak berikan khusus kepada OTG, tetapi kepada masyarakat yang memang ingin isolasi mandiri. Ada juga untuk tenaga medis,” kata Vivi saat dihubungi Bisnis, Kamis (17/9/2020).

Dia pun mengemukakan bahwa Sahid hanya menerima tamu walk in dan pemesanan melalui agen travel daring (OTA). Selain itu, layanan isolasi mandiri bagi OTG pun hanya menyasar hotel-hotel berbintang 2 dan 3.

“Hotel kami di Jakarta bintang 5. Untuk yang bintang 2 dan 3 ada di Karawaci dan Serpong, tapi tidak mengajukan diri untuk layanan isolasi mandiri,” ujar Vivi.

Vivi mengemukakan ketidakikutsertaan tersebut dilandasi oleh pertimbangan keamanan mengingat terdapat pula unit apartemen di lokasi hotel tersebut. Kondisi ini disebutnya tidak memungkinkan untuk layanan isolasi mandiri.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam konferensi pers pada Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan fasilitas hotel bintang 2 dan 3 untuk isolasi OTG.

Terawan menyebutkan terdapat 10 sampai 15 hotel di DKI Jakarta yang telah digandeng dengan kapasitas 1.500 kamar atau 3.000 orang. Pemerintah menjamin biaya isolasi ini dan menyiapkan anggaran sebesar Rp3,3 triliun.

“Ini bekerja sama dengan jaringan Grup Accor seperti Novotel, Ibis, dan lain-lain, maupun Tauzia seperti Harris dan sebagainya. Jumlah hotel ini dapat ditambah menjadi 15 sampai 30 hotel jika diperlukan,” ujar Terawan.

Terawan juga mengemukakan bahwa hotel-hotel tersebut telah menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah apabila isolasi di luar Jakarta diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top