Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar Dari Pandemi Covid-29, Pemerintah Segera Kaji PPN Di Bidang Kesehatan

Kendati demikian, pemerintah harus menginventarisir permasalahan PPN di bidang kesehatan secara terperinci selama adanya pandemi Covid-19.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 16 September 2020  |  09:58 WIB
Produksi ventilator. Alat bantu pernafasan menjadi salah satu yang menjadi buruan di tengah pandemi Covid-19.  - Reuters
Produksi ventilator. Alat bantu pernafasan menjadi salah satu yang menjadi buruan di tengah pandemi Covid-19. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah segera mengkaji pemberian fasilitas PPN atas produk kesehatan baik itu obat-obatan maupun peralatan yang berkaitan dengan dunia kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga menginventarisir permasalahan PPN di bidang kesehatan secara terperinci selama adanya pandemi Covid-19.

Dalam paparan di Komisi XI DPR yang dikutip Bisnis, Rabu (16/9/2020) pemerintah setidaknya memberikan tiga alasan soal urgensi pengkajian dan review atas kebijakan tersebut.

Pertama, pemerintah perlu menjamin agar obat esensial tersedia secara merata dan terjangkau oleh masyarakat melalui penetapan harga yang salah satu komponen yang dipengaruhi oleh PPN.

Kedua, pengkajian untuk mengetahui dukungan pemerintah yang efektif, apakah melalui pembebasan PPN atau alokasi anggaran. Ketiga, perlu adanya gambaran perlakuan perpajakan dan insentif perpajakan di sektor kesehatan secara terperinci.

Adapun jika merujuk ke ketentuan tersebut, proses pengkajian kebijakan tersebut akan dilakukan dalam empat tahapan yakni:

• Januari – April : Persiapan dan penyusunan kerangka kajian.

• Mei – Juli : Pengumpulan, pengolahan data, dan analisis awal.

• Juli – Oktober : Penulisan draf awal dan penyempurnaan hasil kajian.

• Oktober – Desember : Penyusunan laporan akhir dan penyampaian hasil kajian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat alat kesehatan ppn
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top