Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Progres Bandara Super Hub, Pemerintah Mulai Bahas Konsep

Pemerintah diketahui sedang mengkaji beberapa opsi konsep dalam pembentukan bandara super hub, sesuai dengan prioritas rencana pengembangan industri.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 September 2020  |  19:00 WIB
Suasana sepi terlihat di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020).  Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Suasana sepi terlihat di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pembahasan terkait dengan pembentukan bandara super hub dan hub oleh pemerintah pusat telah dilakukan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dengan sejumlah konsep yang masih didalami.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan konsep super hub nantinya merupakan kombinasi pendekatan antara klaster industri dengan hub transportasi disesuaikan dengan prioritas rencana pengembangan industri oleh pemerintah.

Saat ini, masih terdapat sejumlah konsep awal super hub yang didalami, antara lain bagaimana E-Commerce Logistic & AeroIndustry Super Hub, Innovation Super Hub, Islamic Commerce Super Hub, Agroindustry & Fisheries Super Hub, Tourism Super Hub.

“Ada beberapa potensi lokasi juga antara lain Kawasan IKN, Kaltim. Batam-Bintan-Karimun, Rebana, Jawa Barat, Bali-Nusa Tenggara, serta Sulawesi Utara,” jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (15/9/2020).

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas terlibat dalam pembahasan terkait dengan perumusan kandidat bandara hub dan super hub yang saat ini masih berlangsung.

Direktur Transportasi Kementerian PPN/Bappenas Ikhwan Hakim menuturkan bandara hub dan super hub saat ini masih dalam proses kajian. Menurutnya pertimbangan yang tengah dilakukan dalam menentukan bandara hub dan superhub di Indonesia antara lain aspek letak geografis untuk melayani pergerakan internasional dan domestik, ketersediaan dan potensi pengembangan fasilitas bandara, hingga konektivitas dan kawasan pada hinterland.

Senada, Direktur Sarana dan Prasarana PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak menyampaikan saat ini sedang mengembangkan hub untuk mendorong efisiensi logistik dan konsolidasi penerbangan supaya terbentuk penerbangan yang besar dan efisien.

Pembahasannya mempertimbangkan infrastruktur yang telah siap, pusat- pusat produksi (kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus), dan destinasi pariwisata yang telah dikembangkan.

“Pembahasannya masih terus berlangsung. Segera setelah selesai akan kita sampaikan ke kabinet untuk dibahas dan diputuskan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi bandara
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top