Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Tunda Investasi Tahun Ini, Niat Investor Diyakini Tak Berubah

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diterapkan di Ibu Kota DKI Jakarta dinilai pengusaha justru memberikan sinyal positif bagi para investor.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 14 September 2020  |  20:42 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Penundaan realisasi investasi dari para investor akibat belum pulihnya situasi krisis kesehatan dinilai tidak akan mengubah pikiran para investor yang sudah berencana menanamkan modal di Tanah Air.

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industri Kadin Indonesia Anton J. Supit mengatakan penundaan rencana investasi dalam waktu 1-2 bulan tidak menjadi soal bagi para investor yang ingin masuk dalam kondisi aman.

"Investor kan mikirnya jangka panjang. Jadi, tertunda 1-2 bulan tidak akan jadi soal bagi investor. Soalnya, mereka tidak terburu-buru untuk masuk sekarang," kata Anton kepada Bisnis, Senin (14/9/2020).

Bahkan, kata Anton, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diterapkan di Ibu Kota DKI Jakarta justru memberikan sinyal positif bagi para investor. Hal tersebut dinilai menjadi cerminan atas keseriusan pemerintah dalam menangani Covid-19.

Terkait dengan hal tersebut, Anton menilai pemerintah mesti memastikan bahwa target investasi yang tengah dikejar mampu mengatasi masalah dalam negeri, yakni terciptanya lapangan kerja sebanyak mungkin.

Dua tahun lalu, kata Anton, setiap 1 persen dari pertumbuhan ekonomi memerlukan kurang lebih 200.000 tenaga kerja. Sesuai dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,5 persen tahun depan, maka diperlukan penyerapan sekitar 5 juta tenaga kerja.

"Antara jumlah investasi yang masuk dengan jumlah lapangan kerja yang diciptakan adalah dua hal yang berbeda. Dan kita perlu dua-duanya," lanjut Anton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi tenaga kerja
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top