Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bappenas Kaji Bandara Hub dan Super Hub, Kapan Penetapannya?

Presiden meminta evaluasi status bandara di tanah air yang berstatus internasional.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 September 2020  |  14:39 WIB
Bandara Internasional Hang Nadim Batam.  - Bisnis/Bobi Bani
Bandara Internasional Hang Nadim Batam. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas  menargetkan segera membawa nama-nama bandara hub dan super hub kepada Presiden Joko Widodo.

Direktur Transportasi Kementerian PPN/Bappenas Ikhwan Hakim menuturkan bandara hub dan super hub membutuhkan pertimbangan yang mendalam. Untuk itu pihaknya masih melakukan proses kajian.

Pertimbangan yang diberikan antara lain aspek letak geografis untuk melayani pergerakan internasional dan domestik, ketersediaan dan potensi pengembangan fasilitas bandara, hingga konektivitas dan kawasan pada hinterland.

Senada Direktur Sarana dan Prasarana PPN/Bappenas Kennedy Simanjuntak menyampaikan saat ini sedang mengembangkan hub untuk mendorong efisiensi logistik dan konsolidasi penerbangan supaya terbentuk penerbangan yang besar dan efisien.

Pembahasannya mempertimbangkan infrastruktur yang telah siap, pusat- pusat produksi (kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus), dan destinasi pariwisata yang telah dikembangkan.

“Pembahasannya masih terus berlangsung. Segera setelah selesai akan kita sampaikan ke kabinet untuk dibahas dan diputuskan,”ujarnya, Minggu (13/9/2020).

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo Jokowi menyoroti banyaknya status bandara internasional di tanah air. Untuk itu, untuk membuat bandara lebih fokus, pemerintah akan membentuk hub dan super hub.

Lalu lintas terpusat hanya di empat bandara artinya kuncinya ada di empat bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatra Utara,” ujarnya dalam unggahan Sekretariat Kabinet, Kamis (6/8/2020).

Jokowi mengajak jajarannya berani menentukan bandara yang berpotensi menjadi internasional hub dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan karakteristik wilayah.

Saat ini, menurut Presiden, ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub, yakni Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Kualanamu, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Sam Ratulangi, dan Juanda.

 

IBU KOTA NEGARA

Sementara itu VP Corporate Secretary API Handy Heryudhitiawan mengatakan dengan diputuskannya Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur menjadi calon lokasi Ibukota Negara, maka salah satu opsi Bandara Sepinggan di Balikpapan berperan penting dan krusial dalam penerbangan ke depan.

Sekjen Asosiasi Penjualan Tiket Penerbangan Indonesia Pauline Suharno menyampaikan belum dapat berkomentar banyak terkait dengan dampak rencana bandara hub dan superhub tersebut karena belum mengetahui skema model dan kerja sama  ke depan bagi industri pariwisata.

Berdasarkan paparan Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Udara memang terdapat usulan sebanyak tiga bandara super hub dan 10 bandara primer hub. Bahkan Bandar Udara Sam Ratulangi Diproyeksikan sebagai bagian dari 11 bandar udara hub primer.

Sementara itu Bandar Udara super hub sebagai nomenklatur baru yang diproyeksikan terhadap 3 klaster kawasan strategis, Bali, Balikpapan, dan likupang/Manado yang dilayani oleh bandara BPN, MDC, dan DPS termasuk rencana Bali Utara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi kementerian perhubungan bandara
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top