Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anggaran 2021, Ditjen Perkeretaapian Bawa Tunggakan Rp3 Triliun

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub membawa tunggakan pekerjaan perkeretaapian pada 2020 ke 2021 sebesar Rp3,019 triliun akibat adanya pandemi Covid-19.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 September 2020  |  16:05 WIB
Pekerja bersama petugas PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan perbaikan di jalur lintas KA Pangrango Bogor-Sukabumi yang longsor di KM 12700, Kampung Bantar Panjang RT 02/07, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Arif Firmansyah
Pekerja bersama petugas PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan perbaikan di jalur lintas KA Pangrango Bogor-Sukabumi yang longsor di KM 12700, Kampung Bantar Panjang RT 02/07, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membawa tunggakan pekerjaan perkeretaapian pada 2020 ke 2021 sebesar Rp3,019 triliun. Tunggakan ini akibat adanya pergeseran fokus anggaran pada 2020 untuk penanganan Covid-19.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulkifli mengatakan akibat refocusing anggaran pada 2020, Kemenhub memotong anggarannya, sehingga terjadi kewajiban pembayaran yang ditangguhkan atau carry over ke 2021.

"Pada postur anggaran 2021 terdapat kewajiban pembayaran tunggakan carry over kegiatan 2020 yang terdampak penghematan anggaran karena dampak Covid-19 sebesar Rp4,7 triliun yang bersumber dari rupiah murni," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR, Kamis (10/9/2020).

Adapun pemotongan anggaran Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp4,7 triliun. Dari pemotongan tersebut, terdapat kontrak yang asalnya hanya berlaku tahunan diubah menjadi multiyears contract sebesar Rp274,9 miliar. Sementara itu, tunggakan yang dibawa ke 2021 mencapai Rp3,019 triliun.

Dia menjelaskan kewajiban pembayaran terdiri dari dua klaster, yakni pertama kegiatan single years contract yang diubah menjadi kegiatan multiyears contract sebesar Rp274,9 miliar.

Selain itu, tunggakan sebesar Rp3,019 triliun yang di dalamnya termasuk terdapat lanjutan pembayaran LRT Sumatera Selatan dan kegiatan perawatan kereta api.

Dia menyebut tunggakan tersebut dibayarkan dalam bentuk belanja non operasional berupa barang sebesar Rp196,37 miliar dan berupa modal sebesar Rp2,93 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top