Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian ESDM Bakal Lelang WKP Panas Bumi di 2023

"Mungkin kami akan tawarkan sejumlah WKP di 2023 setelah kami melaksanakan pengeboran eksplorasi," katanya, Rabu (9/9/2020).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 09 September 2020  |  20:07 WIB
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kemungkinan baru akan membuka lelang wilayah kerja panas bumi (WKP) pada 2023 mendatang.  

Ida Nuryatin Finahari, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas data WKP sebelum ditawarkan kepada badan usaha, pemerintah akan melakukan pengeboran eksplorasi terlebih dahulu (government drilling).

"Mungkin kami akan tawarkan sejumlah WKP di 2023 setelah kami melaksanakan pengeboran eksplorasi," katanya, Rabu (9/9/2020).

Sepanjang 2020-2024, pemerintah akan melakukan pengeboran pada 20 WKP dengan potensi sumber daya mencapai 1.844 megawatt (MW) dan rencana pengembangan hingga 683 MW.  

Dengan government drilling, nantinya data dan informasi WKP yang diperoleh pengembang sudah lengkap atau sudah terbukti cadangan uap panas buminya (proven) dan pengembang bisa langsung mengembangkan WKP tersebut tanpa melalui tahapan survei dan eksplorasi.

Pengeboran eksplorasi oleh pemerintah diharapkan dapat meningkatkan minat investor dalam mengembangkan panas bumi karena faktor risiko kegagalan dalam eksplorasi panas bumi telah ditanggung oleh pemerintah, sehingga mampu menurunkan harga jual listrik dari panas bumi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top