Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PMDN Semakin Prospektif dalam Dua Tahun Terakhir

Hingga semester I/2020, total realisasi penanaman modal dalam negeri mencapai Rp207 triliun.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 September 2020  |  20:57 WIB
epala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan & Lawe-Lawe di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat siang (28/8/2020) -  Pertamina.
epala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan & Lawe-Lawe di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat siang (28/8/2020) - Pertamina.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah merevisi target investasi 2020 menjadi Rp817,2 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri Rp469,1 triliun dan penanaman modal asing Rp348,1 triliun.

Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM, Indra Darmawan mengatakan bahwa hingga semester I/2020, total realisasi investasi sebesar Rp402,6 triliun. Angka tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp207 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp195,6 triliun.

BKPM mencatat terjadi tren kenaikan PMDN. Tiga sampai empat tahur terakhir investasi asal domestik maksimal 30 persen.

“Setelah periode itu meningkat. Semester 1/2020 lebih dari setengah total keseluruhan. Ini sudah terjadi satu sampai dua tahun lalu,” katanya melalui diskusi virtual, Rabu (2/9/2020).

Meski begitu, pertumbuhan investasi pada semester I/2020 1,8 persen. Di situ, penanaman modal asing (PMA) terjun -8,1 persen. Akan tetapi kucuran dari dalam negeri (PMDN) melesat 13,2 persen.

Indra menjelaskan bahwa tahun ini laju investasi jangan sampai turun hingga -5 persen. Oleh karena itu, pertumbuhan di kuartal III dan IV akan sangat bergantung ke depannya.

“Itu jadi basis yang sangat menarik untuk kita lihat. Kalau stabil, artinya pondasi untuk naik ada. Akan tetapi kalau triwulan III dan IV turun, akan sangat riskan sekali di 2021,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pmdn penanaman modal asing
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top