Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Limbah B3 Lampaui Kapasitas Perusahaan Pengolahan, HIPMI: Peluang Bisnis

Limbah B3 yang melebihi kapasitas menjadi peluang yang sangat besar bagi para pengusaha.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 September 2020  |  13:33 WIB
Ilustrasi-Seorang tenaga kesehatan melepaskan sarung tangan medis usai mengambil sampel untuk tes usap (swab) Covid-19. - Antara/FB Anggoro
Ilustrasi-Seorang tenaga kesehatan melepaskan sarung tangan medis usai mengambil sampel untuk tes usap (swab) Covid-19. - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA - Pengangkutan dan pengolahan limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun menjadi peluang bisnis baru bagi para pengusaha muda.

Saat ini timbulan sampah B3 sekitar 2.904,66 ton per hari atau melebih kapasitas pengolahan yang hanya mencapai 224,23 ton per hari.

Demikian dijelaskan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)  Bidang 4 Perhubungan dan BUMN BPP Roy Wangintan.

"Selisihnya harus diolah dan jadi peluang yang sangat besar bagi pengusaha-pengusaha," kata Roy dalam konferensi pers, Selasa (1/8/2020).

Yaser Djafar, juga Pengurus BPP HIPMI Bidang 4 Perhubungan dan BUMN, menambahkan bahwa limbah medis yang termasuk dalam B3 kini bukan hanya berasal dari fasilitas kesehatan seperti rumah tangga dan perusahaan.

Di tengah pandemi Covid-19, penggunaan masker yang semakin masif juga berbanding lurus dengan peningkatan sampah B3.

Walhasil, pengolahan limbah B3 menjadi hal yang mendesak untuk dikelola dengan baik karena bersifat menular.

Sementara Azwar Rasmin, juga dari HIPMI, meminta pemerintah agar mempermudah izin pembuatan perusahaan pengolahan sampah B3.

"Misalnya syarat-syarat yang tidak terlalu urgent bisa ditunda kelengkapannya," kata Azwar.

Pengolahan limbah B3 diatur dalam PP 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipmi Limbah B3
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top