Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Belum Pulih, Inflasi Agustus 2020 Diperkirakan 0,15 Persen

Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja memprediksi pada bulan Agustus 2020, inflasi Indonesia berada di kisaran 0,15 persen secara month-to-month (mtm) dan 1,65 persen secara year-on-year (yoy).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  12:14 WIB
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Belum pulihnya permintaan masyarakat ke level sebelum pandemi diperkirakan membuat tingkat inflasi Indonesia pada Agustus 2020 masih berada dibawah batas minimal yang telah ditetapkan.

Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja memprediksi pada bulan Agustus 2020, inflasi Indonesia berada di kisaran 0,15 persen secara month-to-month (mtm) dan 1,65 persen secara year-on-year (yoy).

Enrico menjelaskan, tekanan inflasi mengalami peningkatan pada bulan Agustus. Hal tersebut terjadi seiring dengan kelanjutan Pembatsan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, meskipun masih di bawah kapasitas normal.

Dia melanjutkan, inflasi yang berada di bawah ambang batas 2 persen pada rentang target 2 persen hingga 4 persen oleh Bank Indonesia menandakan permintaan masyarakat yang masih minim.

“Rendahnya inflasi masih disebabkan oleh belum pulihnya permintaan masyarakat ke level sebelum pandemi,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (28/8/2020).

Menurutnya, ekspektasi inflasi perlu terus dipantau secara seksama. Dia menilai, dengan protokol kesehatan yang baik, aktivitas ekonomi dapat mengalami peningkatan lebih jauh sehingga proses pemulihan ekonomi nasional Indonesia dapat berlangsung secara berkesinambungan.

“Dengan begitu, level inflasi dapat bergerak ke arah lebih tinggi dari sekarang dan masih berada pada rentang 2 persen sampai 4 persen,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi selama Juli 2020 sebesar 0,10 persen month to month (mtm) dan inflasi tahunannya sebesar 1,54 persen year on year (yoy). Adapun, inflasi tahun kalender per Juli 2020 sebesar 0,98 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan deflasi ini masih jauh di bawah inflasi Juli 2019 sebesar 0,31 persen. "Bawang merah 0,11 persen dan penurunan harga ayam ras 0,04 persen. Ketiga, bawang putih memberikan andil deflasi 0,03 persen," ungkap Suhariyanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi bps Bawang Putih
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top