Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disesuaikan Kondisi Pandemi, Kenaikan Cukai Rokok Bakal Moderat

Penghitungan kenaikan tarif CHT akan memperhitungkan dampak pandemi Covid-19 yang juga dirasakan oleh industri hasil tembakau atau rokok.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  13:38 WIB
Petani merawat tanaman tembakau jenis Mantili di lereng gunung Sindoro Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2020). ANTARA FOTO - Anis Efizudin
Petani merawat tanaman tembakau jenis Mantili di lereng gunung Sindoro Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2020). ANTARA FOTO - Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah segera mengumumkan kebijakan baru terkait kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau CHT antara akhir September dan awal Oktober 2020.

Adapun, khusus tahun depan, penghitungan kenaikan tarif CHT akan memperhitungkan dampak pandemi Covid-19 yang juga dirasakan oleh industri hasil tembakau atau rokok.

"Kita harus mikirin kondisi dampak pandemi dan perekonomian saat ini," kata Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Ditjen Bea Cukai (DJBC) Nirwala Dwi Heryanto kepada Bisnis, Rabu (26/8/2020).

Nirwala mengatakan bahwa lazimnya penghitungan dasar kenaikan cukai tembakau adalah pertumbuhan ekonomi plus inflasi.

Artinya jika tahun depan asumsi pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,5 persen - 5,5 persen serta inflasi 2 persen - 4 persen, kenaikan tarif cukai pada 2021 akan berada di angka 6,5 persen - 9,5 persen.

Kendati demikian, Nirwala masih enggan memberikan gambaran soal tarif CHT pada tahun depan. Dia hanya mengatakan bahwa penentuan tarif tetap memperhitungkan pandemi dan kondisi ekonomi yang sedang lesu.

Adapun Nirwala menjelaskan bahwa dampak pandemi telah menyebabkan dampak yang cukup besar bagi pelaku industri. Hanya saja, selama produksi tidak turun lebih dalam dari 17,5 persen, kinerja penerimaan cukai masih on the track.

"Karena nggak ada satupun negara di dunia ini yang sudah punya pengalaman ngadepin Covid-19 to?," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok cukai hasil tembakau
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top