Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pak Jokowi, Bus Wisata mau Kolaps, Tolong Perpanjang Relaksasi Kredit

Operator bus minta kepada Pemerintah untuk memberikan tambahan waktu relaksasi kredit enam bulan lagi. Operator bus pariwisata disebut sudah di ujung tanduk.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Agustus 2020  |  10:32 WIB
Ilustrasi: bus wisata
Ilustrasi: bus wisata

Bisnis.com, JAKARTA - Operator bus minta kepada Pemerintah untuk memberikan tambahan waktu relaksasi kredit enam bulan lagi. Operator bus pariwisata disebut sudah di ujung tanduk.

Ketua Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) Yuli Sayuti mengatakan relaksasi cicilan ini diharapkan dapat diteruskan hingga Maret 2021.

“Relaksasi cicilan enam bulan dimulai Maret hingga-September atau Oktober namun kami berharap tambahan enam bulan lagi,” ujarnya dalam Diskusi Online (Diskon) bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub), Jumat (14/8/2020).

Dia khawatir kalau relaksasi ini tidak berlanjut, 50-75 pesen usaha angkutan pariwisata akan kolaps. Pasalnya, hingga kini angkutan wisata masih sepi peminat.

Kondisi pandemi Covid-19 terangnya, belum surut dan malah semakin bertambah tinggj kasusnya, hal ini yang berdampak pada semakin turunnya operasional bus wisata.

“Masalah utama kami adalah dari usaha angkutan wisata 1.200 pengusaha dengan belasan ribu kendaraan, 90 persen saat ini mati suri enggak bergerak,” ungkapnya.

Bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang pariwisata akan segera menjadi ancaman besar. Hal itu lantaran akan terjadi penarikan bus baik karena terkendala pembiayaan.

“Kami mohon pada pemerintah, perhatikan kami agar bisa hidup dan bukalah tempat pariwisata agar kami bisa bergerak lagi,” ungkap Yuli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kredit relaksasi kredit
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top