Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Medco (MEDC) Tidak Tertarik Masuk ke Blok Masela, Ini Alasannya

Ada 32 calon mitra yang sedang dalam proses pembukaan data untuk proyek Blok Masela.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  12:00 WIB
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa - SKK Migas.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk. tidak tertarik untuk masuk ke dalam proyek Lapangan Abadi di Blok Masela.

Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Hilmi Panigoro menampik terkait dengan kabar perseroan yang menjadi salah satu perusahaan dalam negeri yang tertarik masuk mengganti Shell dalam proyek tersebut.

"Medco tidak tertarik. Pengembangan lapangan migas laut dalam pada saat ini tidak termasuk dalam strategi perusahaan," katanya kepada Bisnis, Senin (10/8/2020).

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mengungkapkan bahwa terdapat 32 calon mitra yang sedang dalam proses pembukaan data untuk proyek Masela.

Ego belum membeberkan secara terperinci perusahaan-perusahaan yang sedang melakukan pendekatan. Namun, Ego memastikan bahwa perusahaan yang akan masuk adalah perusahaan besar.

"Kami tidak tahu apakah dalam dan luar negeri, cuma kalau kita bicara 32 ngertilah. Artinya kalaupun ada yang dalam negeri mungkin berapa buah. Siapa yang besar-besar Pertamina, Medco," jelasnya.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat laporan secara resmi dari Shell Upstream Overseas untuk calon mitra baru tersebut.

SKK Migas bakal memanggil Shell pada pekan ini guna meminta kejelasan soal 32 perusahaan yang berminat melanjutkan proyek itu.

"Saya belum dapat laporan resmi dari Shell. Mungkin minggu depan saya minta konsorsium untuk melaporkan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco blok masela
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top