Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Tony Tardjo

Tony Tardjo

Head of Small Medium Enterprise Bank CIMB Niaga
email Lihat artikel saya lainnya

Tantangan Adaptasi UKM di Tengah Tekanan Pandemi Covid-19

Harus diakui seiring berjalannya waktu, banyak pelaku UKM yang telah mampu beradaptasi dan menyesuaikan portofolio bisnisnya, sehingga memiliki prospek masa depan yang patut menjadi perhatian perbankan.
Bisnis.com - 10 Agustus 2020  |  13:20 WIB
Loading the player ...
Pelaku UMKM Dapat Subsidi Bunga Kredit, Ini Syaratnya

Tak diragukan lagi bahwa sektor usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional. Kini, di tengah pandemi virus corona (Covid-19) daya tahan sektor yang menyerap jutaan tenaga kerja ini kembali diuji.

Bagaimana sebaiknya pelaku bisnis UKM merespon kondisi saat ini? Ada beberapa hal yang menurut saya bisa dilakukan. Pertama, tidak perlu panik dan terus waspada untuk menjaga kesehatan dan keamanan diri kita, karyawan, dan para pelanggan. Dengan ketenangan diri, kita dapat lebih siap dengan pola pikir yang sehat untuk membuat rencana yang diperlukan agar dapat bertahan.

Kedua, think positive dan percaya bahwa dalam setiap krisis pasti ada opportunity yang bisa kita ambil. Contohnya, sektor healthcare, telekomunikasi, basic consumer goods hingga alat-alat olah raga dan kesehatan. Siapa sangka bisnis sepeda justru melonjak dan mendapat permintaan tinggi dari masyarakat? Para pelaku UKM sejatinya harus sigap dan agile dalam mengambil setiap opportunity yang ada di tengah keterbatasan.

Pada saat yang sama, perbankan juga memanfaatkan momentum pandemi untuk mengubah cara bekerja dan mendorong percepatan digitalisasi. Kami misalnya, mengoptimalkan platform digital untuk melayani para nasabah agar dapat bertransaksi secara sehat dan aman tanpa perlu ke kantor cabang. Salah satunya dengan menghadirkan aplikasi mobile Sales Force Tools (SFT) yang digunakan para Relationship Manager (RM) untuk melayani nasabah di sektor UKM dengan lebih optimal.

Dengan teknologi ini, para RM dapat secara langsung mengunjungi dan memenuhi kebutuhan nasabah, mulai dari pembukaan rekening, baik pinjaman maupun giro secara digital. Nyatanya, kami masih bisa memanfaatkan opportunity dan mampu menyalurkan kredit baru secara selektif untuk bisnis-bisnis yang sedang berkembang.

Ketiga, hal ini sangat berkaitan dengan strategi adaptasi dan sesuaikan model bisnis dengan kondisi saat ini. Apabila dulunya kita memiliki usaha dan kini mengalami penurunan penghasilan yang signifikan, harus pandai membaca situasi untuk memutar bisnis agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut saya, sektor yang saat ini tak kalah menarik untuk digarap adalah pertanian.

Sektor pangan di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan. Hal ini juga didukung meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi berbagai produk pangan yang sehat dan higienis. Ini tentunya menjadi peluang bisnis yang layak dicoba.

Keempat, membuat rencana keuangan tiga bulanan (kuartal). Setiap pemilik bisnis UKM biasanya memiliki pembukuan dan laporan pengeluaran rutin, seperti untuk membeli bahan baku, membayar sewa dan gaji karyawan maupun pembayaran tagihan.

Sebaiknya dibuat perencanaan ke depan kira-kira biaya apa saja yang bisa ditangguhkan sementara waktu. Misalnya, bernegosiasi dengan pemilik bangunan untuk mendapat perpanjangan waktu dalam hal pembayaran sewa.

Selain itu dapat juga mencari peluang untuk mengurangi biaya, seperti memanfaatkan teknologi untuk berjualan, mempromosikan produk di online market place, dan lain sebagainya. Mungkin dulu kita banyak traveling untuk bertemu klien atau nasabah. Kini untuk mengurangi biaya perjalanan, optimalkan platform online untuk meeting secara virtual.

Kelima, sebagai pelaku bisnis kita juga harus aware dan memahami berbagai program yang ditawarkan pemerintah agar dapat dimanfaatkan dengan tepat guna. Sudah banyak inisiatif pemerintah untuk membantu sektor UKM dalam kondisi saat ini.

Salah satunya melalui pemberian relaksasi atau restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak pandemi. Perbankan, termasuk kami, memaksimalkan program ini untuk terus berupaya membantu para pelaku bisnis UKM agar mampu bertahan serta dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan tetap produktif.

Bagi kami misalnya, program relaksasi atau restrukturisasi kredit bagi nasabah terdampak pandemi Covid-19 yang memenuhi ketentuan sudah dilakukan. Hal ini merupakan wujud perbankan untuk senantiasa mendampingi nasabah dalam situasi normal maupun di masa sulit.

Perusahaan terus berupaya membantu dan memberikan yang terbaik kepada nasabah agar dapat menghadapi tantangan dan mempertahankan kelangsungan bisnis ke depannya.

Setelah menjalani lima strategi di atas, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana strategi ke depan agar bisnis dapat kembali berjalan dengan baik dan normal? Tentunya kita harus tetap stay positive dan tidak pernah lelah mengembangkan inisiatif dalam menangkap berbagai peluang di masa depan. Setelah pandemi berakhir, kita harus menjadi bisnis yang lebih resilient dan kuat.

Harus diakui seiring berjalannya waktu, banyak pelaku UKM yang telah mampu beradaptasi dan menyesuaikan portofolio bisnisnya, sehingga memiliki prospek masa depan yang patut menjadi perhatian perbankan. Ini membuktikan bahwa para pelaku UKM di Indonesia memiliki resiliensi dan agile dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

Di samping itu, untuk menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang, menurut saya kita juga perlu memberikan perhatian kepada para pengusaha muda (young entrepreneur), karena masa depan perekonomian nasional ada di tangan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir kita menyaksikan geliat bisnis generasi muda mulai tumbuh di berbagai sektor. Tentu banyak yang bisa dilakukan untuk mendukung pengusaha muda, seperti menyediakan ruang digital untuk networking, coaching, dan belajar bersama. Bukan semata dari sisi pendanaan.

Kita berharap masa depan perekonomian nasional akan terus membaik dan bisa segera keluar dari situasi sulit ini. Jadikan masa pandemi ini sebagai pembelajaran untuk terus berkembang. Resepnya resilient, agile, dan punya kemampuan untuk beradaptasi yang tinggi serta tidak lupa untuk selalu think positive.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Opini bisnis Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top