Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Mangkrak Rp708 Triliun, Bahlil Bilang Biar Gol Ada Strategi Bertahan dan Menyerang

Adapun, nilai investasi mangkrak yang diselesaikan pada semester I/2020 senilai Rp410 triliun dari total nilai investasi mangkrak mencapai Rp708 triliun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  15:28 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi ke dalam negeri pada semester I/2020 tidak menunjukan tren penurunan yang sama dengan mayoritas negara saat pandemi Covid-19.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengaatakan tingginya realisasi investasi saat pandemi tersebut datang dari penyelesaian proses investasi sejak 2016-2017.

Adapun, nilai investasi mangkrak yang diselesaikan pada semester I/2020 senilai Rp410 triliun dari total nilai investasi mangkrak mencapai Rp708 triliun.

"Ibarat main bola, [strategi BKPM saat ini] menyerang dan bertahan. Ini rata-rata [terjadinya investasi mangkrak] karena tiga, di antaranya arogansi sektoral yang tinggi dan tumpang tindih lahan," katanya dalam webinar "Relocating Investment to Indonesia in The Time of Covid-19: Opportunity and Challange", Selasa (4/8/2020).

Namun demikian, Bahlil menyatakan masih ada investasi asing (foreign direct investmen/FDI) yang masu ke dalam negeri pada semester I/2020. Namun demikian, jumlahnya tidak maksimal jika dibandingkan dengan realisasi penyelesaian FDI mangkrak.

Dari sisi penenaman modal dalam negeri (PMDN) BKPM kini aktif mengunjungi perusahaan maupun pabrikan yang proses ekspansinya terhambat. Setelah itu, BKPM menyatakan akan memfasilitasi proses penambahan investasi pabrikan tersebut.

Bahlil meyatakan hal tersebut dimungkinkan dengan berlakunya Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. Beleid tersebut memungkinkan BKPM mengurus semua perizinan yang diperlukan investor asing maupun lokal dalam menanamkan uangnya di dalam negeri.

"SIlahkan teman-teman [investor] bawa capital dan teknologi, biar pemerintah Indonesia akan bantu buat izinnya. Jadi, BKPM berada pada garda terdepan bersama perusahaan untuk urus izin," ucapnya.

Adapun, Bahlil menyampaikan Inpres No/ 7/2019 kini juga mempercepat proses pengajuan insentif tac allowance, tax holiday, dan izin impor bahan baku. Bahlil mengklaim proses pengajuan dan perizinan kini dapat dipercepat hingga 7 hari jika semua data yang dierikan valid.

Bahlil menilai hal terseut merupakan satu-satunya cara untuk menarik investasi ke dalam negeri pada masa pandemi. Pasalnya, saat ini pertumbuhan jumlah lapangna kerja sangat penting.

Bahlil mendata saat ini tenaga kerja yang telah terdampak oleh pandemi COvid-19 mencapai 7-8 juta orang. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang seelumnya tengah mencari kerja sekitar 7 juta, sedangkan jumlah tenaga kerja baru nasional bertambah sekitar 2,5 juta per tahunnya.

Seperti diketahui, lokomotif penciptaan tenaga kerja didorong oleh tiga aspek, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, dan performa ekspor. Adapun, saat ini peningkatan konsumsi rumah tangga dan performa ekspor sulit lantaran daya beli masyarakat yang rendah.

"[Kalau] lapangan pekerjaan tidak didorong lewat sektor investasi, tidak akan mungkin 17 juta orang cari kerja [yang melamar untuk menjadi] PNS atau pegawai BUMN akan direkrut," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm bahlil lahadalia
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top