Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Target Penjualan Ritel Modern 2020 Direvisi

Sebelumnya, target pertumbuhan penjualan ritel modern dipatok 3 - 4 persen 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  19:40 WIB
Ilustrasi - Pegawai Amazon memeriksa persediaan barang di gerai Amazon Go versi mini di Seattle, Washington, AS, Senin (10/12/2018). - Reuters/Lindsey Wasson
Ilustrasi - Pegawai Amazon memeriksa persediaan barang di gerai Amazon Go versi mini di Seattle, Washington, AS, Senin (10/12/2018). - Reuters/Lindsey Wasson

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyatakan target penjualan ritel modern tahun direvisi menjadi 1 - 2 persen dengan nilai total penjualan Rp40 - 42 triliun per semester atau sekitar 30 persen dari total perkiraan realisasi tahun ini, yakni Rp135 triliun.

Sebelumnya, target pertumbuhan penjualan ritel modern dipatok 3 - 4 persen 

"Karena situasi belum bersahabat, target penjualan tahun ini direvisi menjadi 1- 2 persen dengan nilai total sekitar Rp40 - 42 triliun per semester," ujar Roy kepada Bisnis, Selasa (4/8/2020).

Berdasarkan perkiraan tersebut, total penjualan tahun ini bakal sangat melambat jika dibandingkan dengan 2019 lalu yang mana jumlahnya mencapai Rp270 triliun.

Belum membaiknya daya beli masyarakat dan belum maksimalnya penyaluran stimulus oleh pemerintah masih menjadi penyebab utama.

Rendahnya daya beli masyarakat akibat upaya efisiensi seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), pemotongan gaji karyawan, dan penyempitan biaya operasional yang dilakukan perusahaan dinilai membuat penjualan di industri ritel modern pada semester kedua stagnan.

Selain itu, pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah dalam beberapa bulan belakangan dinilai belum memberikan efek signifikan.

"Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), Indeks Penjualan Riil masih -20,6 persen. Membaik pada Juni 2020 menjadi -14 persen. Tapi itu tidak signifikan karena masih minus," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel modern
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top