Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rapid dan Swab Massal Penumpang KRL Tergantung Pemda

Minat pengguna KRL tetap tinggi walaupun pengendalian transportasi melalui penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  14:00 WIB
Rapid dan Swab Massal Penumpang KRL Tergantung Pemda
Penumpang KRL Commuter Line Bogor-Jatinegara KA6115 berdesakan,d an tanpa jarak yang berisiko tertular Covid-19. - Twitter @annmaart20

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mendukung upaya dari pemerintah untuk menggelar rapid test maupun swab test berkala bagi penumpang di berbagai stasiun KRL sebagai upaya menekan dampak penularan covid-19.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengharapkan dengan adanya tes berkala ini dapat mencegah mereka yang telah terpapar Covid-19 untuk naik KRL. KCI, lanjutnya akan menyediakan fasilitas tempatnya tetapi untuk penyedia jasa layanan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kalau untuk pelaksanaan swab akan bergantung ke pemda, kami hanya menyediakan fasilitasnya,” jelasnya, Minggu (26/7/2020).

Minat pengguna KRL tetap tinggi walaupun pengendalian transportasi melalui penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan. Salah satunya melalui pembatasan kapasitas maksimal penumpang dalam satu gerbong, pembatasan jam operasional, dan sebagainya.

Sejumlah upaya pun telah dilakukan seperti, menyediakan armada alternatif selain KRL seperti bus dan upaya pemberlakuan jam kerja yang tidak berbarengan antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya, untuk mengurangi kepadatan.

Lonjakan dan antrean penumpang KRL selalu terjadi pada Senin, utamanya untuk Stasiun Bogor. Sebelumnya pemerintah Kota Bogor juga telah meminta dilakukan evaluasi terhadap pembagian kerja dan kapasitas gerbong kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor.

Pemkot pun akan lakukan PCR test massal guna mengecek kerentanan penularan Covid-19. Wali Kota Bogor Bima Arya menilai penambahan bus bantuan kurang maksimal membantu mengurai antrean calon penumpang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl rapid test
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top