Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Susi Pudjiastuti: Emak Lobster yang Ditangkep, Jangan Bibitnya!

Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan pembukaan keran ekspor benih lobster oleh Menteri KKP saat ini Edhy Prabowo justru membuat nasib nelayan lobster makin merana.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  19:06 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan informasi mengenai penangkapan empat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Laut Natuna Utara saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Rachman
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan informasi mengenai penangkapan empat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Laut Natuna Utara saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali melontarkan protes atas dibukanya keran ekspor benih lobster yang sempat dia larang.

Menurutnya, pembukaan keran ekspor benih lobster oleh Menteri KKP Edhy Prabowo justru membuat nasib nelayan lobster makin merana. Selain itu, dia menilai ekspor bibit juga akan merusak keberlangsungan (sustainability) dari ekosistem laut Indonesia.

"Lucu ya, masa di laut isinya cuma bibit lobster? Kan ada Emak lobster. Ya, Emak lobster ini yang ditangkap, jangan bibitnya!" ujar Susi saat diskusi virtual yang digelar LPM PBNU Batsul Masail dengan tema "Telaah Kebijakan Ekspor Benih Lobster", Kamis (23/7/2020).

Susi mengungkapkan lobster dewasa atau "Emak lobster" dapat menghasilkan jutaan anak-anak lobster hingga akhirnya menjadi siap untuk dijual dengan harga mahal.

Karena itu, dia menegaskan pemerintah seharusnya menetapkan kebijakan agar hanya lobster dewasa yang diambil dan dijual oleh nelayan.

"Anak-anaknya [bibit lobster] kita jaga supaya tumbuh dan menjaga keberlansgungan ekosistem laut," imbuhnya.

Susi secara tegas menentang disahkannya kembali izin penangkapan, budidaya, hingga ekspor benih lobster oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Kepada peserta diskusi, dia menguak informasi bahwa hanya beberapa negara yang memiliki jenis lobster premium (spiny lobster) di dunia, yaitu Indonesia, Australia, Filipina, Sri Lanka, hingga Maladewa.

Menurutnya, negara-negara tersebut tidak lagi memberikan izin bagi penjualan benih demi menjaga ekosistem lobster di lautan. Karena itu, dia merasa heran karena Menteri KKP baru justru melegalkan ekspor benih lobster ke Vietnam.

Meski tidak punya bibit lobster, Vietnam punya teknologi untuk membesarkan lobster hingga bisa dijual ke Jepang dan China. Karena banyak bibit yang didapat dari Indonesia, Susi mengatakan hal itu mempengaruhi harga jual lobster di pasar.

"[Bibit lobster] Yang diambil Vietnam itu jenis mutiara dan hijau pasir. Ini [varietas] yang sangat mahal. Namun, karena Vietnam punya banyak, harga jual ke pembeli di Jepang dan China harganya jadi turun jauh sekali," ungkapnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menerbitkan Peraturan Menteri KKP No 12/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan di Wilayah Republik Indonesia yang diundangkan pada 5 Mei 2020.

Ketentuan itu memperbolehkan kembali proses ekspor benih bening lobster dan budidaya lobster yang sebelumnya dilarang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti. Kala itu, Susi menerbitkan Permen KKP No.56/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah Republik Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Lobster Susi Pudjiastuti
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top