Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepi Penumpang, Bos Garuda Indonesia: Upaya Kami Sudah Maksimal

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengaku sudah melakukan upaya maksimal untuk meningkatkan animo terbang masyarakat, tetapi pandemi menjadi faktor pemberat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  18:32 WIB
  Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - Antara
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengaku telah berupaya maksimal dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali bepergian menggunakan transportasi udara yang dimulai dari layanan persiapan hingga layanan pasca penerbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan faktor pandemi Covid-19 murni menjadi penyebab utama menggerakkan masyarakat untuk terbang kembali.

“Upaya kami sudah maksimal. Hanya saja dengan situasi [pandemi] ini masyarakat masih ragu. Kami akan terus mengkampanyekan terbang aman dan nyaman bersama Garuda,” jelasnya, senin (20/7/2020).

Irfan mengakui terdapat sejumlah penyesuaian pada layanan in-flight meal seperti menggunakan kemasan makanan sekali pakai. Selain itu, protokol kesehatan juga diterapkan dalam setiap proses sebelum dilayani oleh kru kabin. Selama melayani, awak kabin maskapai juga berupaya meminimalkan kontak langsung dengan penumpang.

Sementara itu sebelum penerbangan, temperatur penumpang akan diperiksa di pintu masuk keberangkatan. Pemeriksaan juga dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan melalui Health Alert Card.

Tak hanya itu, lanjutnya, konter lapor diri dan meja penerimaan dilengkapi dengan alat perlindungan. Ada pula pencetakan boarding pass secara mandiri dan scanning tiket secara mandiri.

Irfan menjelaskan selama penerbangan prosedur keselamatan dan kesehatan untuk kru kabin dilakukan hingga jaga jarak serta pengemasan makanan dalam penerbangan dan meniadakan bahan bacaan cetak.

Layanan setelah penerbangan dilakukan dengan pengecekan dokumen oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, bagasi penumpang yang dilakukan desinfektan, hingga jaga jarak di konter pengambilan bagasi.

Hingga Juni 2020, maskapai pelat merah tersebut mencatatkan frekuensi penerbangan hingga 1.476 penumpang dengan penerbangan regular. Kemudian sebanyak 138 penumpang dengan penerbangan charter.

Sementara, untuk penerbangan domestik selama periode Maret hingga Juni 2020 terdapat total 739.717 penumpang, sedangkan untuk rute internasional tercatat sebanyak 140.271 penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top