Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pacu Digitalisasi UMKM, Gojek Gratiskan Biaya Transaksi

Gojek Indonesia menggratiskan biaya transaksi bagi merchant baru melalui Midtrans, maksimal hingga Rp500 juta untuk mendorong digitalisasi UMKM.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  15:15 WIB
Pengemudi ojek online menunjukan aplikasi digawainya saat menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengemudi ojek online menunjukan aplikasi digawainya saat menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Gojek Indonesia kini membebaskan biaya transaksi daring khusus merchant baru (merchant discount rate) melalui salah satu ekosistemnya, yaitu payment gateway Midtrans. Pembebasan biaya transaksi ini berlaku untuk total transaksi hingga Rp500 juta.

Dengan pembebasan biaya transaksi, diharapkan UMKM bisa semakin mudah dan cepat bergeser ke ranah daring, sehingga mereka dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan meningkatkan omzet usaha.

Kemudahan ini dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh UMKM kuliner, tetapi juga oleh semua jenis UMKM yang tergabung ke dalam Midtrans sejak 15 Juli hingga 15 September 2020, baik yang telah memiliki situs pembelanjaan sendiri maupun yang menggunakan media sosial dan aplikasi chat untuk memasarkan produk dan berinteraksi dengan pelanggan.

Penggunaan di media sosial dan chat, merchant cukup membagikan link pembayaran kepada pelanggan baik melalui SMS maupun pesan teks instan dengan fitur Payment Link. Saat ini Payment Link menerima pembayaran melalui kartu kredit, debit dan berbagai uang elektronik melalui kode QRIS.

CEO Midtrans Erwin Tanudjaja mengatakan inisiatif ini penting karena membawa lebih banyak pelaku UMKM ke ranah daring, proses bisnis harus dapat dilakukan dengan mudah dan biaya rendah. Terlebih, program Midtrans menerapkan pendaftaran langsung dan bebas biaya transaksi.

"Kami membantu para pelaku usaha kembali bangkit dan mempercepat proses adaptasi mereka bertransaksi online di tengah adaptasi kebiasaan baru masyarakat. Program ini juga bentuk apresiasi kami bagi pelaku usaha yang tetap gigih menjalankan bisnisnya, melayani konsumen serta memelihara kesejahteraan karyawan,” paparnya, Senin (20/7/2020).

Selain itu, pendaftaran langsung dan biaya transaksi yang digratiskan, teknologi Midtrans juga membantu pelaku usaha UMKM menjalankan bisnis daringnya secara lebih efisien, aman dan transparan. Hal ini karena layanan Midtrans memiliki fitur lengkap, mulai dari pembayaran instan, analisa data penjualan, hingga teknologi pengamanan menggunakan kecerdasan buatan.

"Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat beradaptasi terhadap perubahan perilaku transaksi konsumen yang menginginkan transaksi yang mudah dan aman di masa pandemi ini,” jelas Erwin.

Hingga saat ini, Gojek telah membantu UMKM memperluas pasar ke bisnis online lewat berbagai solusi digital lengkap, dari pemasaran ke jutaan konsumen Gojek, pengiriman barang, hingga pelatihan dan jejaring di komunitas wirausaha.

Gojek juga mengembangkan infrastruktur berbasis teknologi agar pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usahanya. Terhitung dalam periode Maret hingga Mei 2020, terdapat lebih dari 100.000 UMKM bergabung di dalam platform Gojek dan memperluas pasar ke bisnis daring di tengah pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Gojek
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top