Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tatalogam Group Dapat Pendampingan Kemenperin Kembangkan Industri 4.0  

Tatalogam Group mendapatkan pendampingan dari Kementerian Perindustrian untuk mengimplementasikan teknologi dan Industri 4.0.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 18 Juli 2020  |  03:03 WIB
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahardi saat mengunjungi Tatalogam.  - Dok. Tatalogam
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahardi saat mengunjungi Tatalogam. - Dok. Tatalogam

Bisnis.com, JAKARTA - Tatalogam Group menjadi perusahaan logam pertama yang siap menjalani transformasi Industri 4.0 dan mendapatkan pendampingan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian. 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahardi menyebutkan sektor industri logam, meski tidak termasuk dalam sektor prioritas, tetap harus bertransformasi guna mendukung kesiapan menuju era digital 4.0.

Pasalnya, industri ini merupakan mother of industry. Adapun tim Kemenperin akan membantu dalam identifikasi kendala perusahaan dalam upaya bertransformasi ke industri 4.0 tersebut.

“Industri logam ini adalah mother of Industry karena produk logam dasar merupakan bahan baku utama yang menunjang bagi kegiatan sektor industri lain,” ujarnya seperti dikutip dari siaran persnya Sabtu (18/7/2020).

Menurutnya industri logam selama ini telah memberi kontribusi yang cukup tinggi bagi perekonomian bangsa Indonesia. Oleh karena itu, implementasi INDI 4.0 yang dilakukan di sektor ini sudah sejalan dengan program Making Indonesia 4.0. 

Pada Januari hingga Mei 2020, sektor industri logam mampu memberikan kontribusi ekspor hingga US$9,20 miliar. Nilai itu naik 41 persen dibanding periode yang sama pada 2019 yang hanya mencapai sekitar US$6,5 miliar. 

"Hal ini selaras dengan salah satu strategi dalam program Making Indonesia 4.0. yaitu meningkatkan produktivitas industri yang berorientasi ekspor guna mendorong produk go internasional,” jelasnya. 

Kementerian Kemenperin, seperti diketahui, telah merumuskan indikator untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur dalam bertransformasi menuju industri 4.0 yang disebut Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). 

Hal tersebut merupakan tindak lanjut implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu tujuannya adalah menciptakan daya saing global.

Sementara itu, saat ini manufaktur logam pertama di Tanah Air yang menjalani assessment INDI 4.0 oleh BPPI Kemenperin adalah Tatalogam Group. Assessment tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendampingan secara online pada Jumat-Senin (17-20 Juli 2020). 

Tatalogam sudah melakukan sertifikasi aplikator, sudah memiliki sertifikat dari Amerika, memiliki teknologi yang sudah maju, serta mampu berinovasi di tengah pandemi dengan membuka pasar baru di berbagai negara. 

"Jadi kami harap mereka bisa menjadi lighthouse Indonesia sehingga bisa dijadikan contoh bagi industri lain di bawahnya agar bisa segera menuju era 4.0,” terangnya. 

Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi mengatakan secara garis besar implementasi 4.0 sudah mulai dilakukan Tatalogam Group di beberapa lini. 

“Kita sudah lakukan di beberapa lini. Mulai dari machine to machine. Antara mesin itu sudah berhubungan. Jadi kalau buat kami, implementasi 4.0 itu konsepnya DNA. Harus ada Device, Network, dan Application (DNA),” ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur kemenperin logam industri 4.0
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top