Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nasib Pekerja Kontrak Lion Air Group Ditentukan 20 Juli

Lion Air Group diklaim akan memberikan kejelasan terhadap pemenuhan hak pekerja kontrak yang sebelumnya diputus pada 20 Juli 2020.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  18:38 WIB
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Air Group akan menyampaikan jawaban tertulis terkait terkait dengan pemenuhan hak-hak pekerja alih daya atau outsorcing, yang kontraknya diputus, serta kejelasan naib mereka yang diberikan kesempatan untuk bekerja kembali pada 20 Juli 2020.

Ketua Departemen Organising Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI) Angga Saputra menjelaskan pada hari ini Senin (13/7/2020) telah dilakukan perundingan dengan manajemen Lion Air Group di gedung Lion Tower.

Para karyawan kontrak, lanjutnya, telah menyampaikan tuntutanya terkait dengan BPJS yang belum dibayarkan, kekurangan THR, serta pesangon bagi pekerja yang kontraknya habis dan mempekerjakan kembali karyawan yang sisa kontraknya belum habis teapi sudah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Lion air menyampaikan akan memberikan jawaban pada tanggal 20 Juli [2020], jadi tanggal 20 juli nanti kami akan mengadakan perundingan kembali dengan manajemen Lion Grup," jelasnya, Senin (13/7/2020).

Perundingan dilakukan antara Awal Nurrizky, koordinator perwakilan pekerja Lion Air yang terdampak dan didampingi oleh Edi lesmana dan Fredo dari Federasi Serikat Pekerja Bandara Indonesia.

Sementara perwakilan dari Lion Air Group yakni Capt Wisnu Wijayanto direktur utama Angkasa Aviasi Service (Lion Grup) dan Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro.

"Karena hari ini pihak perusahaan belum dapat memberikan jawaban, tanggal 20 diperundingan berikutnya akan diberikan jawaban termaksud dan kami minta secara tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak apapun hasilnya," tekan Angga.

Ratusan pekerja alih daya tersebut telah merencanakan unjuk rasa di kantor Lion Air Tower, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat pada Senin, 13 Juli 2020 untuk meminta hak seperti BPJS Kesehatan dan THR agar dibayarkan.

Awal Nurrizky, koordinator perwakilan pekerja Lion Air yang terdampak menjelaskan karyawan yang diberhentikan sebagian besar berasal di bagian porter dan operator lapangan. Mereka yang diberhentikan terdapat sekitar 900 orang. Mereka ada yang bekerja tahunan hingga belasan tahun yang tetap berstatus pegawai outsourcing dan kontrak.

Adapun hak-hak yang diminta antara lain agar segera membayarkan tiga bulan tunggakan iuran BPJS Kesehatan, pihak Lion Air agar segera membayarkan sisa THR yang baru dibayarkan sebesar Rp1,5 juta dari yang seharusnya sebesar upah minimum kota (UMK) Rp4,1 juta. Selain itu meminta Lion Air membayarkan pesangon kepada para pekerja yang diberhentikan secara sepihak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buruh lion air maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top