Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Tidak Menghalangi Rasa Percaya Diri Pengembang

Investasi di sektor properti saat pandemi menjadi prospek yang nilainya tidak akan turun dan justru meningkat secara signifikan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  16:09 WIB
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang tetap percaya diri memasarkan produk dan optimistis permintaan tetap tinggi pada masa pandemi Covid-19.

PT Adhi Commuter Properti, misalnya, optimistis permintaan pasar terhadap hunian yang terintegrasi transportasi atau transit oriented development tetap tinggi meski ada pandemi.

Direktur Utama Adhi Commuter Properti Rizkan Firman mengatakan bahwa pandemi Covid-19 bersifat temporer, sedangkan kebutuhan hunian senantiasa meningkat karena jumlah penduduk semakin bertambah.

"Megaproyek MRT dan LRT yang segera selesai ini diprediksi mendongkrak prospek pada pengembangan properti berkonsep TOD yang mengedepankan kemudahan akses transportasi Jabodetabek," ujarnya melalui siaran pers, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, berinvestasi properti saat pandemi menjadi prospek yang nilainya tidak akan turun dan justru meningkat secara signifikan.

Sementara itu, PT Summarecon Agung Tbk. menawarkan sebuah kawasan komersial ekonomis yang akan dirilis pada 18 Juli 2020.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) Albert Luhur mengatakan bahwa sebanyak 35 unit dari total 65 unit Srimaya Commercial ditawarkan pada tahap pertama dengan harga mulai dari Rp375 juta.

Dia mengklaim bahwa harga tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan bagi mereka yang ingin memulai bisnis ataupun meningkatkan usaha bisnis rumahan ke level berikutnya

“Kami memberi penawaran harga yang disesuaikan dan dapat dijangkau oleh para pelaku usaha di tengah situasi saat ini, dengan program cicilan, yang jika menggunakan simulasi perhitungan harian yaitu sekitar Rp130.000 per hari," ujarnya melalui siaran pers, Rabu (8/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti pandemi corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top