Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR : Sinergi Lintas Sektor Krusial Untuk Pulihkan Pariwisata RI

Pemerintah dan legislator sedang merumuskan kebijakan dan regulasi untuk memulihkan kembali pariwisata Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  14:42 WIB
Delegasi peserta Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 menonton atraksi budaya di salah satu destinasi wisata di Gianyar, Bali, Sabtu (13/10). - Bisnis/Ema Sukarelawanto
Delegasi peserta Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 menonton atraksi budaya di salah satu destinasi wisata di Gianyar, Bali, Sabtu (13/10). - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan sinergi lintas sektor sangat krusial untuk mempercepat pemulihan industri pariwisata di Indonesia.

Hetifah mengatakan bahwa pemulihan pariwisata juga sangat berdampak signifikan pada penerimaan devisa negara. Menurutnya, sebagai negara tropis yang memiliki destinasi wisata luar biasa, tentu banyak yang harus dibenahi.

"Kita perlu strategi dan terobosan, mengingat ratusan ribu orang bekerja di sektor pariwisata dan imbasnya terhadap perekonomian negara harus dipikirkan secara serius. Sejalan dengan itu, kami memandang perlu adanya sinergi lintas sektor termasuk di dalamya adalah perhubungan, infrastruktur fisik dan IT, usaha menengah, kecil, dan mikro, maskapai penerbangan, dan perkeretaapian. Para mitra ini orang-orang yang menentukan bagaimana pemulihan pariwisata di era new normal," paparnya dalam rapat virtual, Selasa (7/7/2020).

Pariwisata, katanya, adalah sektor yang paling terdampak Covid-19. Tetapi, dia menyampaikan bahwa semua pihak tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Dia menegaskan bahwa perlu disusun kembali strategi kebijakan baru untuk sektor pariwisata.

Anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) DPR RI ini pun juga menyampaikan bahwa  saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Komisi X DPR RI juga sedang merumuskan kebijakan dan regulasi untuk memulihkan kembali pariwisata Indonesia.

“Kemenparekraf, sudah menyiapkan beberapa destinasi favorit. Memasuki new normal, Kemenparekraf mengedepankan prinsip sustainable tourism dengan menjaga aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, pariwisata merupakan salah satu pilar penerimaan devisa negara selain kegiatan ekspor dan perdagangan jasa sehingga pemulihan sektor ini harus mendapatkan perhatian khusus.

Indonesia sebagai negara tropis memiliki banyak sekali objek wisata yang menarik. Belum lagi dengan keberagaman suku dan budaya yang tentu saja menjadi daya tarìk luar biasa. Untuk itu, dia berharap modal itu bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendongkrak sektor ini ke level pra-Covid 19. 

Untuk diketahui, legislator asal Kalimantan Timur ini menyampaikan beberapa pandangan tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan beberapa kementerian pendukung pariwisata, Selasa (7/7/2020).

Dalam rapat tersebut hadir para pejabat Eselon I dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PUPR, dan maskapai penerbangan. Walau bukan mitra kerja Komisi X, semua institusi ini turut andil membangun pariwisata Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur transportasi pariwisata
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top