Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Batu Bara Diharapkan Segera Membaik

Saat ini, baik perusahaan batu bara maupun mineral ada yang mengajukan pengurangan maupun penambahan produksi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  21:25 WIB
Aktivitas penambangan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Aktivitas penambangan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian ESDM berharap harga batu bara akan kembali membaik.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif menuturkan bahwa penurunan harga acuan batu bara (HBA) yang sebenarnya tidak signifikan itu dikarenakan masih kelanjutan pasar global yang belum bangkit semua.

"Siklus harga batu bara itu tetap terjadi. Ada siklus harga naik dan ada siklus harga turun. Saat ini masih turun mudah-mudahan lebih cepat kembali ke siklus naik karena kebutuhan batu bara kalau kembali ke keadaan normal seharusnya masih tinggi," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (3/7/2020).

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah memprediksi penurunan produksi batu bara dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 20 persen untuk tahun ini termasuk minerba.

Menurutnya, di tengah pandemi ini revisi rencana kerja anggaran dan biaya (RKAB) menjadi lebih bervariatif karena biasanya cenderung ke penambahan kuota produksi. Saat ini, baik perusahaan batu bara maupun mineral ada yang mengajukan pengurangan maupun penambahan produksi.

Pengajuan revisi itu bergantung pada kekuatan bisnis, kapasitas produksi, dan pasar tiap-tiap perusahaan.

Namun, yang terpenting adalah kontrol produksi nasional yang menjaga harga batu bara agar jangan anjlok. Di perubahan RKAB, lanjutnya, bisa saja perusahaan ada yang mengajukan penambahan dan pengurangan produksi.

"Ini sangat tergantung pada kecepatan hilangnya virus Covid-19. Prediksi umum masih berada di sekitar target produksi nasional. Yang berubah adalah produksi pada level perusahaan, ada yang naik dan turun," kata Irwandy.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, per 30 Juni 2020, realisasi produksi batu bara mencapai 269,52 juta ton dari target sebesar 550 juta ton.

Sementara itu, untuk realisasi ekspor mencapai 142,78 juta ton dari target tahun ini yang sebesar 395 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara harga batu bara
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top