Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Evaluasi Lebaran, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Turun 90 Persen

Kemenhub mencatat jumlah penumpang angkutan umum pada periode Lebaran tahun ini menurun hingga 90 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  15:29 WIB
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penumpang angkutan umum pada periode Lebaran 2020 dari H-30 sampai dengan H+13 hanya sebanyak 571.027 penumpang, jumlah yang sangat rendah dibandingkan dengan periode 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya sudah membuat posko pemantauan baik di jalan tol dan non-tol di Jabodetabek dengan berbagai pemangku kepentingan dalam implementasi larangan mudik Lebaran 2020.

"Dibandingkan dengan 2019, adanya penurunan jumlah penumpang yang sangat signifkan terutama pada H-7 sampai H+7. Pada 1 April 2020 hingga 7 Juni 2020 jumlah pengguna angkutan umum 1,8 juta penumpang, dalam kontks ini sebelum larangan mudik berlaku pengguna angkutan umum di semua moda mencapai 1,3 juta penumpang," paparnya, Rabu (1/7/2020).

Setelah larangan mudik pengguna angkutan umum turun drastis mencapai 91 persen atau jumlah penumpang pada H-30 sampai dengan H-18 mencapai 121.006 penumpang.

Setelah itu, Kemenhub memberlakukan pengecualian bagi pengguna angkutan umum kepentingan khusus, H-17 sampai dengan H+13 Lebaran 2020 jumlah penumpang mencapai 450.021 orang.

"Pemberlakukan SE 4 gugus tugas diperblehkan orang denganpengecualian kembali naik 450.000 penumpang, masih di bawah jauh jumlah penumpang sebelum ada kebijakan larangan mudik," katanya.

Adapun secara rinci, pada periode H-7 sampai dengan H+7 Lebaran 2020 angkutan jalan hanya mengangkut penumpang 24.530 atau turun 99,45 persen dibandingkan dengan 2019. Angkutan laut mengangkut sebanyak 188.567 turun 90,82 persen, angkutan udara sebanyak 74.764 penumpang turun 98,28 persen.

Sementara itu, angkutan penyeberangan hanya mengangkut penumpang 9.259 penumpang turun 99,78 persen dan kereta api penumpangnya turun 99,95 persen sebanyak 2.423.

Secara umum, terjadi penurunan jumlah penumpang sangat signifikan mencapai 98,52 persen pada keseluruhan moda angkutan umum selama H-7 hingga H+7 Lebaran 2020 atau sebanyak 297.453 orang.

"Kita harus tetap siap dan sigap dalam segala kemungkinan aspek lalu lintas kajian teknologi, titik yang perlu dievaluasi, kuncinya sinergi, kolaborasi semua pihak terjamin dengan baik. Kami melakukan rapat-rapat spartan hari Sabtu Minggu untuk mengeluarkan rekomendasi dari SE yang dikeluarkan Gugus Tugas," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub lebaran 2020
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top