Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Perhotelan Masih Hadapi Tantangan Sepanjang Tahun Ini

Di Jakarta, kebanyakan hotel baru yang masuk berlokasi di Jakarta pusat dan berada di kelas atau atau segmen mewah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  18:44 WIB
Pasar properti hotel masih akan tertekan karena kunjungan dari wisatawan asing yang masih minim untuk jangka pendek. - Bisnis
Pasar properti hotel masih akan tertekan karena kunjungan dari wisatawan asing yang masih minim untuk jangka pendek. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – JLL menyebutkan bahwa pasar properti perhotelan masih menantang sepanjang 2020 akibat terhantam pandemi virus corona.

Head of Research JLL Jakarta James Taylor mengatakan bahwa sejak 2019, pasar properti perhotelan sudah mengalami penurunan dengan keuntungan dari kamar yang tersedia (RevPAR) pada 2019 mengalami penurunan 2,9 persen secara tahunan setelah naik 2 tahun berturut-turut.

“Pasalnya, kenyataannya meskipun okupansi naik tipis 1,5 persen, harga rata-rata per malam turun 5,2 persen,” ungkapnya dikutip melalui laporan tertulis, Senin (29/6/2020).

Sepanjang kuartal I/2020, RevPAR melanjutkan tren penurunan dengan rata-rata tingkat okupansi turun hingga 46,1 persen. Sementara itu, rata-rata harga per malam (ADR) juga terkontraksi sampai 8 persen secara tahuan menjadi Rp2,1 juta per malam. Dengan hasil tersebut, RevPAR hotel di Jakarta turun 28,7 persen.

Ke depan, Taylor menyebutkan bahwa pasar properti hotel masih akan tertekan karena kunjungan dari wisatawan asing yang masih minim untuk jangka pendek di tengah masih adanya pembatasan bepergian secara global dan larangan masuk bagi warga negara asing di Indonesia.

Adapun, adanya tambahan pasok hotel yang akan hadir pada tahun ini dipastikan makin memberi tekanan pada harga, terutama pada hotel-hotel mewah.

Pada kuartal I/2020, ada satu hotel besar yang dibuka sehingga jumlah pasokan naik. Dari hotel baru tersebut, pasar properti hotel mendapat tambahan 1.800 kamar meskipun pembukaannya ditunda.

Di Jakarta, kebanyakan hotel baru yang masuk berlokasi di Jakarta pusat dan berada di kelas atau atau segmen mewah. Dengan hadirnya hotel tersebut di kawasan pusat bisnis Jakarta akan meningkatkan daya saing di wilayah sekitarnya.

JLL menyebutkan bahwa hotel yang dibuka pada kuartal I/2020 antara lain Oakwood Apartments PIK Jakarta sebanyak 151 kamar. Kemudian, rencananya ada pembukaan 126 kamar di Regent Jakarta, 177 kamar di Somerset Sudirman namun diperkirakan akan tertunda.

“Kami mengantisipasi bahwa pembukaan hotel baru ini akan ditunda sampai melewati 2020 melihat kondisi saat ini yang masih belum pasti,” imbuh Taylor.

Sementara itu kinerja penjualan kamar hotel juga diperkirakan masih menantang untuk jangka pendek. Meskipun situasi di tengah Covid-19 ini mulai mereda, perekonomian global yang melorot dan harga minyak dunia yang anjlok juga bisa menurunkan permintaan perusahaan untuk pergi atau investasi di hotel Jakarta.

“Namun, kami memperkirakan bahwa pasar akan kembali memasuki periode pemulihan sebelum perdagangan kembali stabil, yakni dalam jangka menengah hingga panjang,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top