Kuota Elpiji 3 Kg Bersubsidi Disepakati Naik Tahun Depan

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan besaran usulan tersebut telah mempertimbangkan potensi peningkatan konsumsi LPG pada masa pandemi Covid-19.
Pekerja menata tabung LPG 3 kilogram di salah satu agen gas di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Bisnis/Arief Hermawan P
Pekerja menata tabung LPG 3 kilogram di salah satu agen gas di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan volume LPG 3 kilogram bersubsidi dalam Rancangan APBN 2021 berkisar 7 juta hingga 7,5 juta metrik ton.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan besaran usulan tersebut telah mempertimbangkan potensi peningkatan konsumsi LPG pada masa pandemi Covid-19.

"Dengan mempertimbangkan banyaknya daerah yang sudah memiliki jaringan gas kota dan adanya peningkatan pertumbuhan konsumsi LPG pada masa pandemi Covid-19, serta bertambahnya converter kit untuk nelayan dan petani dan dengan melihat perkiraan realisasi LPG 2020 sebesar 6,89 juta metrik ton, maka pemerintah usulkan dalam RAPBN 2021 volume LPG 3 kg sebesar 7-7,5 juta metrik ton," ujar Arifin dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (29/6/2020).

Menanggapi hal tersebut, sejumlah fraksi DPR berpendapat bahwa kuota LPG 3 kg bersubsidi masih kurang dan perlu dinaikkan mengingat kondisi sulit yang dihadapi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi PKB Ratna Juwita Sari mengusulkan agar volume LPG 3 kg bersubsidi dinaikan menjadi 7,5-7,7 juta metrik ton. Dia menilai pemberian subsidi yang lebih besar akan mampu merangsang perekonomian di tengah masa pandemi.

"Ini sektor yang sangat dibutuhkan masyarakat kita yang hari ini terdampak Covid-19. Harapannya dengan pemberian subsidi yang lebih besar bisa menggerakkan sektor UMKM sehingga perekonomian real kita makin kuat," kata Ratna.

Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Gerindra Kardaya Warnika juga mengusulkan agar volume LPG 3kg bersubsidi dinaikan pada kisaran 7,5-7,7 juta metrik ton. Menurutnya dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhirnya, kebutuhan akan LPG diprediksi akan semakin meningkat.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI fraksi PKS Mulyanto meminta agar volume LPG 3 kg minimal dipatok sebesar 7,5 juta metrik ton.

"Kami mengusulkan 7,5 juta, namun sekali lagi ini bukan batas atas. Kalau mau dibuat range ini batas bawah. Kami belum setuju dengan kondisi Covid-19 ini volume justru turun dari outlook 2020. Padahal ke depan Covid-19 belum selesai, masyarakat masih masak di rumah, bekerja dari rumah," kata Mulyanto.

Melihat berbagai masukan dari sejumlah fraksi tersebut, Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM akhirnya bersepakat bahwa asumsi volume LPG 3 kg bersubsidi dalam RAPBN 2021 ditetapkan sebesar 7,5 juta hingga 7,8 juta metrik ton.

Adapun kuota yang ditetapkan tersebut naik dari target APBN 2020 yang sebesar 7 juta metrik ton. Sedangkan realisasi hingga Mei 2020 telah mencapai 2,9 juta metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper