Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Dunia : Peningkatan Kualitas Jalan di Indonesia Lambat

Peningkatan belanja pemerintah sebagian besar digunakan untuk membiayai penanganan yang lebih mahal, yang berujung pada pembangunan dan pemeliharaan berbiaya tinggi.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  18:20 WIB
Pemudik bersepeda motor melintas di Jalan Raya Pantura, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - Antara
Pemudik bersepeda motor melintas di Jalan Raya Pantura, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Dunia mengungkapkan terdapat beberapa temuan terkait dengan sektor jalan nasional yang tertuang dalam kajian belanja publik yang dipaparkan pada Kamis (25/6/2020).

Tomas Herrero Diez, Transport Consultant Wolrd Bank, mengungkapkan bahwa jalan nasional dan jalan bebas hambatan secara strategis penting bagi produktivitas dan daya saing Indonesia yaitu melayani 40 persen dari semua lalu lintas.

"Meskipun belanja pemerintah untuk jalan nasional telah meningkat selama dekade terakhir ini, pertumbuhan jaringan jalan nasional tidak sejalan dengan pertumbuhan permintaan lalu lintas. Hampir dua pertiga kendaraan yang melalui jalan nasional berada dalam kondisi arus lalu lintas yang lambat atau padat," jelasnya.

Lebih lanjut, peningkatan belanja pemerintah sebagian besar digunakan untuk membiayai penanganan yang lebih mahal, yang berujung pada pembangunan dan pemeliharaan berbiaya tinggi. Namun, kualitas jalan nasional belum meningkat secara berarti jika dibandingkan secara internasional.

Selain itu, pengumpulan data dan sistem manajemen yang buruk telah menyebabkan prioritisasi program yang terfragmentasi dan tidak efektif.

Selain itu, kondisi Direktorat Jenderal Bina Marga yang sangat terdesentralisasi menjadi penghambat peningkatan kualitas dan kecepatan pelaksanaan proyek jalan nasional.

Kemudian, program pembangunan jalan tol berada di jalur yang tepat, tetapi Pemerintah Indonesia sangat bergantung pada badan usaha milik negara untuk melaksanakan proyek-proyek baru.

"Model ini berisiko menciptakan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah jika terjadi peristiwa atau kejadian tertentu dan menyebabkan hengkangnya sektor swasta," jelasnya.

Kajian bank Dunia ini bertujuan membantu Pemerintah Indonesia mengidentifikasi kendala-kendala dalam belanja publik yang efektif dan efisien dan memberikan cara-cara untuk meningkatkan kualitas belanja untuk merealisasikan tujuan pembangunan Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia jalan nasional
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top