Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ridwan Kamil: Saatnya Pindahkan Pusat Ekonomi dari Jakarta Ke Provinsi Lain

Gubernur Jawa Barat mengungkapkan ketergantungan Indonesia kepada Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar justru mengakibatkan goncangan ekonomi saat pandemi Covid-19 terjadi.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  15:51 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan video conference bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bupati/wali kota Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Bodetabek) serta Sekretaris Daerah Banten yang diikuti Gubernur Jabar Ridwan Kamil dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (8/5 - 2020) malam.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan video conference bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bupati/wali kota Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Bodetabek) serta Sekretaris Daerah Banten yang diikuti Gubernur Jabar Ridwan Kamil dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (8/5 - 2020) malam.

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat segera memindahkan pusat perekonomian negara dari DKI Jakarta ke Provinsi lain.

Menurutnya, penetapan Jakarta sebagai episentrum penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19) telah membuat perekonomian nasional tergoncang.

"Pandemi Covid-19 ini memberikan pelajaran kepada kita, jangan menggantungkan ekonomi pada satu daerah saja. Sudah saatnya memindahkan pola centralisasi ekonomi dari Jakarta ke provinsi-provinsi lain," katanya dalam webinar yang digelar oleh Bank Dunia (World Bank), Selasa (23/6/2020).

Dia mengatakan pendistribusian geliat ekonomi sangat penting dilakukan saat ini. Mantan Walikota Bandung tersebut mengungkapkan ketergantungan Indonesia kepada Jakarta sebagai pusat ekonomi terbesar justru mengakibatkan goncangan ekonomi saat pandemi Covid-19 terjadi.

Ridwan Kamil memprediksi perekonomian Jawa Barat diprediksi mengalami kontraksi hebat hingga akhir tahun ini.

"Situasi Covid-19 sangat berat untuk kita semua. Kami prediksi ekonomi akan bergerak pada level terburuk - 2 persen hingga 2 persen [positif]. Pemerintah berencana mengeluarkan program pada akhir Juni, kita akan lihat semoga perekonomian bisa bergerak sedikit," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meramal jika skenario sangat buruk terjadi, maka ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi hingga -3,1 persen pada kuartal II/2020.

Pemerintah sebenarnya memproyeksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh positif pada kuartal III/2020. Namun, Menkeu juga mempersiapkan skenario ekonomi Indonesia justru -1,6 persen sehingga menyebabkan resesi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta ridwan kamil Pemindahan Ibu Kota
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top