Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bengkulu Simpan Potensi Energi Terbarukan 7,2 Gigawatt!

Potensi energi terbarukan di Provinsi Bengkulu diperkirakan mencapai 7,2 gigawatt (GW) dengan penggunaannya didominasi pembangkit listrik tenaga air.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  13:22 WIB
Ilustrasi mesin turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, Dago, Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/10/2018). - JIBI/Rachman
Ilustrasi mesin turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok, Dago, Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/10/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi energi terbarukan di Provinsi Bengkulu diperkirakan mencapai 7.297 megawatt (MW) atau 7,2 gigawatt (GW), tetapi yang dimanfaatkan baru sebesar 259 MW.

Program Manager Energy Transformation Institute for Esential Service Reform (IESR) Jannata Giwangkara mengatakan berdasarkan studi yang dilakukan pada 2018 potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 431.745 MW, namun kapasitas terpasang atau yang baru dimanfaatkan untuk listrik hanya 6.830 MW.

"Potensi energi terbarukan di Provinsi Bengkulu diperkirakan mencapai 7.297 MW atau 7,2 GW. Namun potensi energi terbarukan itu baru dimanfaatkan sebesar 259 MW dan penggunaannya didominasi pembangkit listrik tenaga air," kata Jannata, Sabtu (20/6/2020).

Dia menambahkan berdasarkan studi yang dilakukan pada 2018 potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 431.745 MW. Namun, kapasitas terpasang atau yang baru dimanfaatkan untuk listrik hanya 6.830 MW.

Menurutnya, potensi energi terbarukan di Indonesia belum dikembangkan dengan optimal bila dibanding negara Asean  lainnya terutama Vietnam yang dalam dua hingga tiga tahun terakhir telah membangun 3 GW energi terbarukan.

Sementara secara global di seluruh dunia pada 2009 hingga 2019, rata-rata pembangkit yang ditambahkan lebih besar energi terbarukan khususnya tenaga surya, angin dan air, seperti yang dilakukan China, India, Amerika, dan Jerman.

"China mampu membangun 65 GW dalam setahun, kapasitas ini setara dengan seluruh pembangkit di Indonesia," ucapnya.

Sementara itu Dosen Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Khairul Amri mengatakan pengembangan energi listrik di Bengkulu harus diarahkan ke energi terbarukan karena potensinya tinggi sekaligus pertimbangan pelestarian lingkungan hidup. Namun, yang menjadi tantangan adalah teknologi di Indonesia tertinggal dari negara lain seperti China dan India.

"Di sini pemerintah perlu berperan untuk mendukung pengembangan teknologi yang fokus pada pengembangan energi terbarukan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan bengkulu

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top