Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspansif, Phapros Kembangkan Lini Bisnis Kosmetika

Phapros telah mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 2017 senilai Rp20,2 miliar mengembangkan produk serum anti penuaan diri.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  16:54 WIB
Direktur Utama PT Phapros Tbk. Barokah Sri Utami memberikan kata sambutan pada Seminar Kesehatan dengan tema Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa (13/2). - JIBI/Alif Nazzala Rizqi
Direktur Utama PT Phapros Tbk. Barokah Sri Utami memberikan kata sambutan pada Seminar Kesehatan dengan tema Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa (13/2). - JIBI/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Phapros Tbk. akan mengembangkan lini bisnis kosemtika berbahan dasar biologi atau sekret metabolit stem dalam waktu dekat. Adapun, pengembangan produk tersebut akan usai dan masuk ke tahap manufakturing pada semester II/2020.

Perseroan akan mengargetkan pasar menengah atas untuk produk serum anti penuaan diri tersebut. Adapun, sebotol serum tersebut akan dibanderol di atas Rp1 juta per botol.

"Hal ini karena prosesnya yang cukup rumit, membutuhkan penelitian yang cukup lama dan menggunakan sel yang diambil dari tubuh manusia. Kami berencana bekerja sama dengan klinik kecantikan untuk memasarkan produk ini," kata Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2020).

Utami menyatakan pengembangan lini bisnis koesmetika tersebut merupakan bagiand ari dukungan perseroan terhadap hilirisasi riset.

Utami mengatakan pihaknya telah mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 2017 senilai Rp20,2 miliar untuk mengembangkan produk tersebut.

Utami menjelaskan produk yang akan dipasarkan perseroan merupakan hasil penelitian yang dilakiukan bersama Universitas Airlangga (Unair).

Unair telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait izin edar dari tiga hasil riset yang dilakukan Unair.

Salah satu hasil riset yang ditemukan oleh Unair adalah sekret metabolic stem cell yang akan menjadi bahan baku produk kosmetika Phapros. Utami menargetkan nilai penjualan produk kosmetika dengan berbahan dasar sekret metabolic stem cell tersebut kurang dari Rp3 miliar.

"Namun, ke depannya Pahpros optimistis jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan tren kecantikan dan permintaan pasar yang berkembang saat ini," katanya.

Sampai saat ini, serum anti penuaan tersebut masih diproduksi secara manual oleh pihak Unair. Dengan demikian, perseroan belum memiliki target pernjualan yang tinggi untuk produk tersebut.

Adapun, Unair berencana untuk menggunakan mesin bioreaktor dalam memproduksi sekret metaboli stem cell tersebut. Utami menyatakan proses produksi tersebut akan segera disertifikasi oleh BPOM.

"Setelah itu, Phapros akan melakukan formulasi bahan baku tersebut [sekret metaboli stem cell] dengan memanfaatkan fasilitas produksi anak perusahaan [perseroan, yakni] PT Lucas Djaja di Bandung," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi kosmetika pt phapros tbk
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top